Mengenal Sistem Keamanan TSA di Bandara Amerika

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 21 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
TSA dirancang untuk menjaga keamanan bandara komersil dan bagasi di seluruh wilayah Amerika
tirto.id - Transportation Security Administration (TSA) merupakan bagian dari sistem keamanan bandara di Amerika. TSA dibentuk setelah kejadian pembajakan pesawat pada 11 September 2001.

TSA dirancang untuk menjaga keamanan bandara komersil dan bagasi di seluruh wilayah Amerika. TSA menetapkan standar tinggi soal keamanan, tak terkecuali para turis yang bertandang ke Amerika.

Sistem TSA pada umumnya dapat mengecek barang secara elektronik, namun menurut Situs Resmi Pemerintah, terkadang koper memerlukan pengecekan fisik dengan membuka kunci koper untuk mengetahui isinya.

TSA mengharuskan para pelancong untuk menggunakan kunci-kunci gembok standar TSA agar saat pengecekan petugas dapat membuka kunci gembok tersebut tanpa merusak gembok, melainkan dengan master kunci general yang dimiliki petugas.

Namun, sistem keamanan bandara AS ini juga kerap menuai kontroversi. Laman Depart Smart menyampaikan bahwa beberapa pengunjung mengeluhkan gembok atau locker koper mereka rusak usai diperiksa.

Meskipun sudah menggunakan kunci master, tetap saja gembok pada koper mereka tidak terkunci dengan sempurna. Selain itu, ada kecurigaan bahwa pihak lain dapat menduplikat kunci master yang dimiliki petugas keamanan bandara sehingga koper pengunjung menjadi tidak lagi aman.

Pada 2014, misalnya, Washington Post dan Techlicious mempublikasikan foto kunci master TSA yang bisa saja diduplikat secara 3D dan dipakai untuk aksi kriminal dan pencurian di bandara.

Terlebih lagi, gembok pada koper tidak hanya bisa dibuka dengan kunci master (karena tidak mungkin petugas TSA memiliki semua master kunci untuk membuka semua merk gembok koper di dunia), namun bisa juga menggunakan ujung pulpen untuk menusuk bagian resleting, memisahkan kedua resleting tersebut, dan membuka tas. Setelah itu, resleting dapat direkatkan kembali secara manual dan tidak berbekas.

Petugas TSA tentu dapat menjaga keamanan barang pelancong, asalkan aman dan memenuhi standar, tapi dengan kontroversi di atas, ada baiknya berjaga-jaga agar tenang selama perjalanan ke Amerika.

Memastikan Keamanan Barang Bawaan

Selama bepergian ke Amerika, ada baiknya untuk tidak menyimpan barang berharga, seperti dompet, dokumen penting, perhiasan, dan uang di dalam koper, tapi simpanlah di tempat yang bisa dijangkau, misalnya di backpack yang dibawa ke kabin.

Travel Leisure juga menyarankan untuk berinvestasi pada gembok kunci premium dengan tingkat keamanan tinggi, meskipun harganya jauh lebih mahal.

Salah satu perusahaan gembok, Samsonite, misalnya, menyediakan gembok dengan beragam variasi mulai dari kode kombinasi standar, gembok dengan kabel yang terkait ke setiap handle resleting, hingga gembok dengan sandi rumit yang bisa diatur oleh pengguna.

Namun, yang perlu diantisipasi adalah, jika koper atau tas tidak bisa dibuka oleh petugas, pengujung harus lebih sabar menunggu tas untuk dipindai dengan mesin canggih terlebih dahulu, sehingga bisa memakan waktu lebih lama tinggal di bandara.


Baca juga artikel terkait TIME TRAVELING atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - )

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight