Mengenal Siapa Jill Biden, Istri Joe Biden Presiden AS Terpilih

Oleh: Fitra Firdaus - 8 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Jill Biden, istri Joel Biden, akan menjadi ibu negara Amerika Serikat. Ia berencana tetap mengajar sebagai dosen meski kelak berstatus sebagai FLOTUS.
tirto.id - Jill Biden disebut sang suami sekaligus presiden AS terpilih, Joe Biden, akan menjadi ibu negara yang hebat. Jill yang berstatus dosen Northern Virginia Community College pernah berencana tetap mengajar andai kelak berstatus sebagai FLOTUS (First Lady of the United States).

Dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2020, Joe Biden yang diusung Partai Demokrat berpasangan dengan Kamala Harris, mengalahkan sang petahana Donald Trump dari Partai Republik, yang kali ini menggandeng Mikel Pence.

Joe Biden mendapatkan raihan 290 electoral votes, sedangkan Donald Trump hanya memperoleh 214 suara.

Dalam pidato kemenangannya pada Sabtu (7/11) waktu Amerika Serikat, Joe Biden mengklaim kemenangannya kali ini adalah kemenangan yang meyakinkan, "dengan suara terbanyak yang pernah diberikan untuk presiden dalam sejarah bangsa Amerika Serikat, 74 juta [suara]".

Fokus bukan hanya mengarah kepada Joe Biden, tetapi juga sang istri, Jill, yang disanjungnya tinggi dalam pidato kemenangan.

"Jill adalah ibu, seorang ibu militer, dan seorang pengajar. Dia telah mengabdikan hidup untuk pendidikan, tetapi mengajar bukan hanya apa yang dia lakukan - mengajar adalah dirinya. Bagi para pengajar Amerika, ini hari yang luar biasa: Anda akan memiliki salah satu dari Anda sendiri di Gedung Putih, dan Jill akan menjadi ibu negara yang hebat," papar Joe Biden dikutip APNews.

Jill Biden yang bernama asli Jill Tracy Jacobs terlahir pada3 Juni 1951 di Hammonton, New Jersey. Ia adalah putri pertama dari pasangan Donald Carl Jacobs-Bonny Jean Jacobs. Jill memiliki 4 adik yang semuanya perempuan, yaitu Jan, Bonny, Kelly, dan Kim Jacobs.

Jill yang berdarah Italia-Amerika tumbuh di Willow Grove, kawasan suburban Philadelphia. Dalam pengakuannya, Jill mengaku sejak muda ingin memiliki uang sendiri, identitas sendiri, dan karier sendiri, karakter pencari kebebasan yang didapatkan dari sang ayah.

Pertemuan Jill dengan Joe Biden terjadi pada Maret 1975. Jill sempat menikah dengan Bill Stevenson, tetapi kemudian berpisah. Biden sendiri kehilangan sang istri dan seorang putri dalam kecelakaan mobil pada 1972.

Perbedaan usia 9 tahun dan karakter Joe Biden yang berbeda dari kebanyakan pria yang dikenal Jill sebelumnya sempat jadi penghalang. Namun, setelah Joe melamarnya hingga 5 kali, Jill meyakini, ini pria pilihannya.

"Saya tidak mungkin membiarkan mereka [anak-anak Joe, Beau dan Hunter] kehilangan seorang ibu lagi. Jadi, saya harus 100 persen yakin," terang Jill dikutip BBC.

Lulus dengan gelar Sarjana Seni dalam bahasa Inggris dari University of Delaware pada 1975, Jill Biden memulai karier sebagai guru pengganti di sistem sekolah Wilmigton. Sejak saatu itu, Jill menghabiskan waktu puluhan tahun bekerja sebagai pendidik.

Selain gelar sarjana, Jill Biden memiliki dua gelar master dari West Chester University dan Villanova University, juga gelar doktor pendidikan dari University of Delaware pada 2007.

Selama 8 tahun menjadi second lady kala Joe Biden berstatus wakil presiden Barack Obama (2009 hingga 2017), Jill Biden tetap mengajar sebagai dosen di Northern Virginia Community College. Dalam wawancara dengan CBS Sunday Morning pada Agustus 2020, ia berencana tetap melanjutkan kariernya tersebut.

""Saya ingin sekali. Jika kami sampai di Gedung Putih, saya akan terus mengajar. Saya ingin orang menghargai guru, mengetahui kontribusi mereka, serta mengangkat profesi ini," terangnya kala itu.

Jika hal itu benar-benar terjadi, maka Jill Biden akan menjadi ibu negara Amerika Serikat pertama dalam 231 tahun yang tetap bekerja berbayar saat tinggal di Gedung Putih.

"Dia [Jill] benar-benar akan membawa peran ibu negara ke abad ke-21," papar Katherine Jellison, sejarawan dari Universitas Ohio dikutip USA Today.

"Orang Amerika secara historis menginginkan ibu negara berada di Gedung Putih dan selalu di sisi presiden bila memungkinkan. Mungkin saatnya telah tiba ketika rakyat Amerika lebih dapat menerima ide bahwa istri presiden bisa menjadi ibu negara sekaligus tetap sebagai pekerja profesional," tambahnya.

Baca juga artikel terkait PILPRES AS atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Politik)

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Agung DH
DarkLight