Mengenal Prinsip Unconditional Love atau Cinta Tanpa Syarat

Oleh: Fatimah Mardiyah - 30 September 2020
Dibaca Normal 2 menit
Cinta tanpa syarat bukan sesuatu yang sama sekali tidak mungkin, meski mewujudkannya adalah hal yang sulit.
tirto.id - Banyak orang atau pasangan mengartikan unconditional love (cinta tanpa syarat) secara berbeda-beda. Sebagian orang menganggapnya hanya sekadar kiasan. Namun, cinta tanpa syarat faktanya dapat terjadi dan dilakukan oleh orang dalam sebuah hubungan.

Sesuai dengan namanya, unconditional love adalah kondisi saat seseorang mencintai pasangannya tanpa ada syarat apa pun. Mereka mencintai pasangannya tanpa ada batasan dan juga ekspektasi. Mereka hanya peduli soal kebahagiaan pasangannya tanpa mempedulikan bagaimana hal tersebut menguntungkan dirinya.

Dikutip dari laman Healthline, menurut Crystal Raypole, penulis dan editor dari GoodTherapy, cinta tanpa syarat dapat dilihat sebagai hal yang positif. Menurut Raypole, seseorang yang memiliki cinta tanpa syarat tidak harus merugikan dirinya sendiri. Sebab, seseorang hanya lebih mementingkan pasangannya dan ingin memberikan yang terbaik untuk orang yang dicintai.

Cinta tanpa syarat pun tidak seagresif yang dipikirkan sebagian orang. Meski tidak mementingkan syarat atau aturan dalam sebuah hubungan, cinta tanpa syarat tetap memerlukan penerimaan dari masing-masing pihak.

Namun, pada sisi lain, cinta tanpa syarat juga dinilai memiliki aspek negatif. Dikutip dari HuffPost, Abby Rodman, seorang psikoterapis, mengatakan bukanlah hal yang baik untuk menerapkan cinta tanpa syarat pada sebuah hubungan romantis.

Menurut Rodman, mencintai seseorang tanpa adanya aturan bukanlah sesuatu yang sehat. Aturan bukan berarti untuk mengontrol satu sama lain, melainkan menjaga agar hubungan tetap berjalan secara sehat.

Selain itu, syarat atau aturan dalam sebuah hubungan perlu dibuat agar pasangan bisa memahami satu sama lain. Rodman menyatakan, dengan adanya aturan yang disepakati, setiap pasangan bisa memahami dan menghargai perbedaan satu sama lain, dan bukan malah mengabaikannya. Hal itu yang membuat suatu hubungan menjadi berwarna dan tidak terkesan monoton.

Berdasarkan pendapat dua pakar di atas, cinta tanpa syarat sebenarnya mungkin terjadi, tapi sulit untuk direalisasikan dalam hubungan. Tantangan utamanya adalah kenyataan bahwa sikap hingga perilaku dan fisik orang tidak bersifat konstan, melainkan bisa terus berubah.

Unconditional Romantic Love vs Unconditional Positive Regard

Arlin Cuncic, ahli bidang psikologi dan kecemasan, menjelaskan sebenarnya masuk akal jika orang ingin seolah-olah pasangan tidak akan meninggalkannya. Orang dengan keinginan seperti itu biasa berharap bahwa pasangannya berkomitmen untuk mencintai tanpa syarat, apa pun yang terjadi di masa depan.

Dikutip dari laman Very Well Mind, Arlin menjelaskan harapan seperti itu merupakan cermin dari perasaan unconditional romantic love, yaitu keinginan untuk mencintai atau dicintai tanpa syarat agar dirinya merasa aman.

Namun, permasalahannya, Arlin mengatakan: "Agar cinta terus berlanjut, harus ada rasa saling menghormati, bukan sikap pasangan yang 'kamu harus tahan dengan saya, apa pun yang saya lakukan'."

Di sisi lain, kata Allin, unconditional positive regard lebih mengarah pada hal positif. Istilah satu ini, merujuk pada prinsip bahwa cinta tanpa syarat tidak berarti mengorbankan kebutuhan sendiri dan selalu memberikan apa yang diinginkan pasangan.

Unconditional positive regard sering dikaitkan dengan tipe cinta orang yang memiliki kedewasaan. Mereka yang memiliki prinsip ini memperlakukan pasangan dengan rasa cinta dan hormat, tetapi tetap mempertahankan batasan-batasan tertentu.

Unconditional Love vs Unconditional Relationship

Dikutip dari Psychology Today, Jeremy Nicholson, seorang pakar psikologi sosial dan kepribadian, menjelaskan cinta adalah bagian dari emosi. Karena itu, cinta bisa diberikan tanpa syarat.

Bagi sebagian orang, perasaan cintanya tidak akan berubah dan terpengaruh oleh apa pun sikap, kondisi maupun perilaku pasangannya. Prinsip ini disebut unconditional love.

Lain halnya dengan unconditional relationship atau hubungan tanpa syarat. Oleh karena hubungan antaran satu orang dengan orang lain melibatkan banyak unsur, dan tak cuma emosi, unconditional relationship merupakan sesuatu yang sulit untuk diterapkan.

Hubungan membutuhkan dua atau lebih individu untuk berkomunikasi, membuat komitmen, dan bertukar hal yang bersifat kooperatif. Oleh karena itu, hubungan membutuhkan kondisi, batasan, dan syarat agar tidak mudah goyah.

Sementara jika hubungan dijalani dengan tanpa syarat, menurut Nicholson, orang yang menjalani prinsip ini akan sulit berkomunikasi dengan pasangannya secara setara dan saling menghargai..

Baca juga artikel terkait CINTA atau tulisan menarik lainnya Fatimah Mardiyah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Fatimah Mardiyah
Penulis: Fatimah Mardiyah
Editor: Addi M Idhom
DarkLight