Mengenal Penyakit Geographic Tongue yang Menyerang Lidah

Oleh: Destri Ananda Prihatini - 18 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Lidah geografis bisa menyerang segala usia, tetapi lebih sering dialami wanita daripada pria.
tirto.id - Geographic tongue atau lidah geografis merupakan kondisi di mana muncul area tidak teratur, halus, dan berwarna merah pada permukaan lidah, yang terlihat menyerupai pulau pada peta. Bercak atau bintik-bintik pada lidah muncul di permukaan atas dan sisi samping lidah dan biasanya berpindah-pindah dari satu area ke area lainnya.

Lidah geografis terjadi ketika bagian-bagian lidah kehilangan lapisan benjolan kecil yang disebut papila. Papila biasanya menutupi seluruh lapisan atas lidah. Namun karena permukaan yang “lama” pada lidah mengganti dengan sendirinya, papila tidak muncul dengan rata dan menyebabkan peradangan.

Kondisi ini tidak berbahaya bagi kesehatan sehingga tidak berhubungan dengan tanda-tanda infeksi kanker atau masalah medis serius lainnya.

Beberapa orang yang mengalami lidah geografis juga akan mengalami lidah pecah-pecah. Kondisi ini sering terjadi pada waktu yang bersamaan.

Lidah geografis mempengaruhi sekitar 1 persen hingga 3 persen orang. Dilansir Web MD, kemunculan lidah geografis tak mengenal usia. Namun biasanya, orang dewasa paruh baya atau lebih tua cenderung lebih sering mengalami lidah geografis. Selain itu, lidah geografis juga lebih sering dialami wanita daripada pria.

Meskipun demikian, orang-orang yang terkena lidah geografis biasanya memiliki penyakit atau kondisi yang meningkatkan risiko mereka, seperti psoriasis, lichen planus, kekurangan vitamin B, kehamilan, dan lain-lain.

Dikutip dari Healthline, gejala yang muncul ketika mengalami lidah geografis biasanya terjadi selama beberapa hari dan kemudian menghilang selama beberapa bulan. Namun pada beberapa orang, bercak pada lidah akan bertahan selama beberapa bulan dan kemudian menghilang selama bertahun-tahun.

Seperti dilansir Medical News Today, gejala-gejala yang dapat dirasakan dari lidah geografis yaitu antara lain, sebagai berikut.
  1. Area yang halus, merah, berbentuk tidak teratur seperti peta pada bagian atas atau samping lidah.
  2. Sering terjadi perubahan pada lokasi, ukuran dan bentuk bercak di lidah.
  3. Rasa tidak nyaman, nyeri, atau sensasi terbakar.
  4. Sensitivitas terhadap zat-zat tertentu, termasuk asap rokok, pasta gigi, obat kumur, permen, gula, dan makanan panas, pedas, atau sangat asam.
Cara mencegah rasa tidak nyaman dari lidah geografis dapat diatasi dengan menghindari atau membatasi zat yang dapat meningkatkan sensitivitas mulut. Selain itu lidah geografis bisa diobati dengan sendirinya tanpa perlu perawatan medis dari dokter.

Namun jika rasa sakit menjadi parah dan berlanjut terus-menerus pada lidah, maka perlu dikonsultasikan segera ke dokter atau dokter gigi untuk diberikan obat yang dapat membantu menyembuhkan lidah geografis.


Baca juga artikel terkait PENYAKIT atau tulisan menarik lainnya Destri Ananda Prihatini
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Destri Ananda Prihatini
Penulis: Destri Ananda Prihatini
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight