Mengenal Metode Penelitian Kualitatif: Tahapan dan Tujuan Riset

Oleh: Cicik Novita - 22 Agustus 2021
Dibaca Normal 2 menit
Makna dari metode penelitian kualitatif adalah menggunakan data deskriptif yakni kata-kata atau cerita atau lisan dari pelaku dan orang yang diamati.
tirto.id - Dalam dunia perkuliahan, mahasiswa diharuskan memahami metode-metode dalam melakukan penelitian ilmiah. Salah satu tujuannya adalah untuk menyelesaikan penelitian dalam pengerjaan tugas akhir.

Merujuk pada laman Kebudayaan Kemdikbud, penelitian sendiri maknanya adalah kegiatan mengumpulkan dan menganalisis informasi demi perkembangan pengetahuan atau untuk memecahkan masalah.

Jadi definisi dari metode penelitian adalah cara yang diambil ilmuwan atau peneliti saat mengumpulkan dan menganalisis informasi, guna memecahkan masalah akademik.

Sementara itu, terdapat dua metode penelitian yang sering digunakan saat ini, yakni:

1. Metode penelitian kuantitatif

Metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang risetnya menggunakan data berupa angka untuk selanjutnya diolah dengan model statistik dan hasilnya disimpulkan berdasarkan hipotesis. Misalnya yang saat ini banyak dilakukan berupa pemberian kuesioner.

2. Metode penelitian kualitatif

Metode ini lebih banyak digunakan dalam penelitian pada bidang ilmu sosial. Makna dari metode penelitian kualitatif adalah menggunakan data deskriptif yakni kata-kata atau cerita atau lisan dari pelaku dan orang yang diamati.

Metode ini dilakukan untuk menganalisis fenomena, peristiwa, dinamika sosial, persepsi orang dan sikap terhadap sesuatu hal. Karena itu awal penelitian kualitatif umumnya dimulai dengan menyusun asumsi dasar, yang akan dipakai selanjutnya dalam penelitian.

Data dari asumsi dasar itu kemudian dikumpulkan dalam riset dan selanjutnya disimpulkan dan ditafsirkan hasilnya.

Menurut R. Bogdan dan S.J. Taylor, metodologi kualitatif merujuk ke prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Yakni kata-kata yang dituliskan atau diucapkan sendiri oleh orang yang diteliti serta tingkah laku mereka yang teramati.

Sementara menurut J.J. Pauly, kajian kualitatif menyelidiki proses penciptaan makna.

Tahapan Metode Penelitian Kualitatif


Umumnya tahapan dari metode penelitian kualitatif ada tiga yakni:

1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Penulisan pelaporan

Rancangan dalam penelitian kualitatif biasanya bersifat luwes atau fleksibel dan dapat ditinjau kembali atau diperbaiki kembali selama proses penelitian masih berlangsung. Bahkan dalam prosesnya, peneliti bisa kembali ke tahap awal jika dibutuhkan.

Contoh rancangan penelitian kualitatif:

  • Pertama: Membuat masalah penelitian.

Menurut Maxwell (1996), kerangka perancangan penelitian kualitatif terdiri atas 5 unsur yakni:

1) Tujuan penelitian (masalah apa yang hendak diteliti.

2) Konteks konseptual (peta pengetahuan ilmiah yang telah ada seputar masalah yang akan diteliti. Misalnya teori, konsep dan lainnya).

3) Pertanyaan penelitian, biasanya bersifat umum tidak terinci, karena jawabannya juga subjektif dari masing-masing sumber pelaku.

4) Metode penelitian.

5) Validitas.

  • Kedua: Membuat kerangka penelitian.

Setelah perumusan masalah, selanjutnya adalah membuat kerangka penelitian atau konsep atau teori yang akan menjadi pedoman umum bagaimana mencari jawaban dari masalah. Maxwell menamai ini sebagai “konteks konseptual” (1996:25-48).

Kerangka harus bisa menggambarkan tujuan peneliti tentang apa yang terjadi pada fenomena yang ditelitinya. Kerangka pemikiran dapat juga disebut hipotesis yang umum atau teori sementara dari peneliti.

  • Ketiga: Metode pengumpulan data kualitatif

Untuk memahami suatu gejala sosial tertentu, maka peneliti harus meendapatkan data dari berbagai sudut pandang. Ada empat tingkatan data yang perlu diperhatikan yakni:

1. Perkataan orang tentang kepercayaan, pikiran, dan pendapat mereka;
2. Tingkah laku orang dalam kenyataan;
3. Apa yang sesungguhnya dipikirkan, dipercayai, atau diyakini orang; dan
4. Konteks dari ketiga data di atas.

Metode penelitian yang pokok adalah penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer, langsung dari tangan pertama. Umumnya dipakai dua metode pengumpulan data, yakni pengamatan dan wawancara.

Orang yang menjadi sumber informasi sering disebut sebagai informan. Peneliti harus memeriksa kembali temuan-temuannya (hasil penafsiran dan penyimpulan datanya) dari informan.

  • Keempat: Penarikan kesimpulan

Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan dari semua informasi penting yang berhasil diperoleh dari penelitian di lapangan tersebut.

Isi informasi dari informan dijabarkan dalam bahasa yang lebih sederhana berupa kesimpulan atas masalah yang sedang dipecahkan.

Tujuan Penelitian Kualitatif


Kembali mengutip laman Kebudayaan Kemendikbud, berikut ini adalah lima tujuan penelitian yang cocok untuk dicapai melalui penelitian kualitatif:

  1. Pemahaman mengenai makna (pengetahuan, gagasan, perasaan, tujuan, atau singkatnya, “perspektif”) yang dimiliki pelaku (Maxwell menggunakan istilah “partisipan”) mengenai peristiwa, situasi, atau tindakan yang melibatkan mereka pendek kata tentang kehidupan serta pengalaman mereka.
  2. Pemahaman mengenai konteks khusus tempat berlangsungnya tindakan atau kehidupan para pelaku, serta pengaruh konteks ini terhadap tingkah laku dan kehidupan mereka.
  3. Melakukan eksplorasi untuk mengidentifikasi gejala atau pengaruh (variabel) yang tidak diduga sebelumnya, serta menghasilokan teori baru tentang gejala dan variabel tersebut.
  4. Memahami proses berlangsungnya gejala.
  5. Membangun penjelasan (teori) tentang gejala. Bila penelitian kuantitatif umumnya hendak mengetahui apakah atau sejauh mana suatu variabel berhubungan dengan variabel yang lain, dalam penelitian kualitatif yang hendak diketahui adalah bagaimana (proses) suatu variabel berperanan terhadap variabel yang lain.


Baca juga artikel terkait METODE PENELITIAN atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Maria Ulfa
DarkLight