Mengenal Karies Gigi dari Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegah

Oleh: Yantina Debora - 12 November 2018
Dibaca Normal 1 menit
Karies gigi adalah kondisi penguraian mineral pada jaringan keras gigi atau bagian putih gigi yang tampak di rongga mulut.
tirto.id - Gosoklah gigi dua kali sehari, bersihkan ruang antara gigi menggunakan benang gigi menjadi dua aktivitas penting untuk kesehatan gigi.

Bukan tanpa alasan "kampanye" gosok gigi dua kali sehari itu disampaikan lantaran dampak fatal jika mengabaikan dalam menjaga kebersihan atau kesehatan gigi.

Alma (6), begitu ia disapa harus berjuang melawan Henoch-Schonlein-Purpura (HSP) atau biasa disebut radang pembuluh darah. HSP yang ia derita berawal dari kondisi gigi yang tak sehat alias adanya karies gigi.

Melalui akun media sosial Facebook, sang ibu bertutur jika karies gigi yang dialami Alma tampak umum seperti anak seusianya. Namun tak boleh disepelekan.

Karies gigi menjadi pemicu reaksi autoimun dalam tubuh Alma. Oleh sebab itu, dokter pun mencabut 8 dari 13 gigi yang rusak dengan operasi bedah mulut.

Usai dicabut, Alma juga diberi prednison selama empat bulan termasuk suplemen vitamin D pada dua bulan terakhir. Alma dinyatakan sembuh pada pertengahan Januari 2018.

Udijanto Tedjosasongko dari Fakultas kedokteran Gigi Universitas Airlangga, pernah mengatakan pada sekitar 53 persen penduduk usia 12 tahun ke atas mengalami karies pada 2013.

"Karies menyebabkan penyakit sistemik pada seseorang, misalnya penyakit jantung, di mana ada bakteri dari rongga mulut dan terdapat gigi berlubang yang bisa masuk ke peredaran darah dan memperburuk kondisi jantung," ucap Udijanto, seperti dikutip Antara.

Lalu apa penyebab karies gigi?

Mengutip Oralb.com, karies gigi merupakan satu penyakit persisten yang paling umum. Karies gigi adalah kondisi penguraian mineral pada jaringan keras gigi atau bagian putih gigi yang tampak di rongga mulut.

Penguraian mineral itu terjadi karena demineralisasi akibat kadar asam tinggi dalam rongga mulut, gigi kotor dan fermentasi bakteri sisi makanan yang menempel di gigi.

Karies tak hanya karena kondisi gigi yang tak bersih. Karies juga bisa disebabkan oleh cara menyikat gigi yang salah, menurut Udijanto.

"Pori-pori pada permukaan lapisan luar gigi dapat melebar karena cara menyikat gigi yang salah, seperti misalnya terlalu keras ketika menyikat. Kalau dalam sebulan sudah dua kali ganti sikat gigi, berarti terlalu keras menggunakannya," kata Udijanto.

Pada anak-anak, karies gigi bisa terjadi karena empat faktor utama menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Gigi Universitas Padjadjaran. Mengutip Antara, ia mengatakan empat faktor itu yakni gigi yang rentan, plak, substat dan waktu.

Cara Cegah Karies Gigi

Selain rajin menggosok gigi, Dokter Gigi Ratu Mirah Afifah mengimbau agar menghindari makanan manis dan bertekstur lengket dan memilih sayuran dan buah.

Makanan manis dapat mengakibatkan hilangnya mineral yang terdapat pada gigi dan akan menyebabkan gigi berlubang.

“Makanan yang berserat merangsang kelenjar ludah diproduksi lebih banyak yang bisa menetralkan derajat keasaman dalam mulut dan mampu mencegah gigi berlubang," kata Ratu dalam konferensi pers Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017 di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Tak hanya itu, perlu juga untuk rutin melakukan scaling gigi di dokter gigi guna terhindar munculnya plak gigi yang berujung pada karies gigi.


Baca juga artikel terkait KARIES GIGI atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora