Mengenal Ciri Uang Palsu dan Asli, dari Bahan Kertas hingga Desain

Oleh: Kurniawan Sukresna - 28 September 2021
Dibaca Normal 2 menit
Ada 3 cara untuk mengetahui ciri-ciri uang palsu atau asli. Apa saja? Berikut penjelasan dan panduannya masing-masing.
tirto.id - Uang adalah alat tukar yang sah dikeluarkan pemerintah dapat berupa kertas. Cek terlebih dahulu uang yang diterima untuk menghindari penipuan uang palsu. Bagaimana caranya?

Uang merupakan alat utama dalam melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa di semua Negara di dunia. Sedangkan untuk di Indonesia mata uang yang berlaku sebagai alat tukar ataupun transaksi jual-beli adalah Rupiah yang dibagi menjadi dua jenis uang kertas dan koin.

Uang sudah menjadi hal yang tak terlepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, selain bijak dalam menggunakan uang, ada hal lain yang perlu diperhatikan yakni waspada akan tindakan kejahatan pemalsuan uang rupiah sebagaimana alat tukar resmi di Negara Indonesia.

Tips Menghindari Uang Palsu


Di Indonesia biasanya pasar tradisional ataupun toko-toko kecil menjadi sasaran utama bagi pelaku penipuan uang palsu. Hal itu terjadi biasanya dikarenakan kebanyakan pedagang tidak memeriksa uangnya terlebih dahulu, mereka akan lebih focus terhadap barang apa yang dibeli dan total uang yang harus dibayarkan.

Maka berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menghindari uang palsu:

  1. Periksalah uang yang Anda terima sebelum disimpan dengan cara 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
  2. Pilihlah tempat transaksi yang terang.
  3. Lakukan penukaran uang di bank ataupun money changer yang resmi.
  4. Melakukan pembayaran secara nontunai atau cashless menggunakan kartu debit/kredit Anda.

Ciri-ciri Uang Palsu


Dilansir dari situs INDONESIA.GO.ID, bahwa memahami keaslian uang rupiah merupakan hal penting untuk mencegah penipuan uang palsu, berikut ciri-ciri keaslian uang rupiah:

1. Bahan Baku Uang Kertas Rupiah

  • Bahan serat kapas

Dalam hal ini uang kertas menggunakan kertas khusus yang mengandung serat kapas.

  • Benang pengaman

Terkait dengan benang pengaman pada uang kertas memiliki ciri tersendiri seperti pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 terdapat benang pengaman seperti dianyam yang akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Hampir semua uang kertas terdapat benang pengaman seperti Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000.

  • Tanda air (watermark)

Dalam hal ini, uang pecahan yang terdapat gambar pahlawan akan terdapat watermark terutama pada uang Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000 dan Rp10.000.

2. Desain

Terkait dengan desain, setiap uang kertas memiliki desain, ukuran, dan warna uang yang jelas serta nampak akan perbedaannya sehingga secara kasat mata mudah dikenali. Sebeliknya uang palsu tak memiliki ciri ini.

3. Teknik Cetak

Dalam hal ini unsur pengamanan uang kertas rupiah menggunakan teknik yang mudah dikenali dengan cara Dilihat, Diraba dan Diterawang (3D). Selain itu, perubahan warna tinta pada uang biasa disebut “Colour Shifting Ink” seperti pada gambar perisai yang terdapat logo bank Indonesia akan berubah warna jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Misalnya, pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 akan berubah warna dari merah keemasan ke warna hijau sedangkan uang pecahan Rp20.000 akan berganti dari hijau ke warna ungu.

Adanya Gambar tersembunyi atau multicolour latent image dapat dilihat dari sudut pandang tertentu, seperti:

  • Pada pecahan Rp100.000 terdapat gambar tersembunyi berupa angka 100 dengan kombinasi warna merah, kuning dan hijau.
  • Pada pecahan Rp50.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 50 dengan kombinasi warna merah, kuning dan biru.
  • Dan masih banyak gambar tersembunyi yang bisa Anda cek pada uang Rp20,000 dan Rp10.000.

Selain itu masih ada teknik cetak khusus seperti pada gambar utama, lambing Negara, angka nominal, huruf terbilang dan frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA akan terasa kasar ketika diraba. Dan masih ada beberapa ciri seperti:

  • Terdapat kode tuna netra (blind code)
  • Terdapat pasangan garis pada sisi kanan dan kiri uang yang kasar saat diraba
  • Gambar saling isi (rectoverso)
  • Logo BI akan terlihat utuh jika diterawang ke arah cahaya.



Baca juga artikel terkait UANG PALSU atau tulisan menarik lainnya Kurniawan Sukresna
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Kurniawan Sukresna
Penulis: Kurniawan Sukresna
Editor: Yantina Debora
DarkLight