Pendidikan Agama Islam

Mengenal Arti Hujjah, Contoh dan Dalilnya dalam Al-Qur'an

Oleh: Abdul Hadi - 9 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Pengertian hujjah dalam Islam, macam-macam hujjah, contoh hujjah, dan dalil tentang hujjah.
tirto.id - Ketika menyampaikan argumentasi atau menetapkan suatu perkara agama, seorang muslim harus menyampaikan hujjah atau alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Arti Hujjah


Hujjah adalah bukti absah sebagai landasan bahwa argumentasi tersebut bisa diterima khalayak.

Dalam bahasa Arab, hujjah artinya keterangan, bukti, dan alasan. Dalam Islam, terdapat beberapa hal yang bisa dijadikan hujjah untuk menyampaikan argumentasi, yaitu hujjah dari agama dan hujjah logika metodik.


Macam-macam dan Contoh Hujjah dalam Islam


Terdapat dua macam hujjah yang dapat menjadi dasar argumentasi dalam Islam. Berikut ini penjelasannya sebagaimana dikutip dari buku Logika Ilmu Mantiq (2009) yang ditulis oleh Basiq Djalil.

1. Hujjah Naqliyah

Hujjah naqliyah berisi argumentasi dan dalil yang bersumber dari Al-Quran dan hadis. Kebenarannya hujjah naqliyah ini bersifat mutlak atau qath'i (pasti).

Artinya, jika disampaikan hujjah naqliyah, maka seorang muslim harus menerima argumentasi tersebut karena berasal dari wahyu.

Setiap hal yang berasal dari Al-Quran dan hadis dapat dijadikan hujjah dalam perkara agama dan muamalah. Hal ini tergambar dalam firman Allah surah Al-An'am ayat 149:

"Katakanlah bahwa Allah itu memiliki hujjah yang kuat. Maka jika Dia menghendaki, maka pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semua,” (QS. Al-An’am [6]: 149).

Berdasarkan hujjah naqliyah tersebut, umat Islam wajib melaksanakan salat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya, sebagaimana tergambar dalam sabda Rasulullah SAW:

"Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadan,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

2. Hujjah Aqliyah

Hujjah aqliyah adalah argumentasi yang berdasarkan logika metodik. Artinya ketika menyampaikan argumentasi tertentu, seseorang menggunakan premis-premis rasional untuk meyakinkan orang lain.

Misalnya, dalam pembuktian keberadaan Tuhan, hal itu dapat dijelaskan melalui hujjah aqliyah. Secara spesifik, suatu hal/benda tidak dapat tercipta dengan sendirinya. Pasti ada yang menciptakannya.

Demikian juga dengan keberadaan alam semesta. Keberadaan alam semesta ini merupakan bukti keberadaan Tuhan.

Sebab, tidak mungkin alam semesta menciptakan dirinya sendiri, maka harus ada Tuhan yang menciptakannya.

Baca juga artikel terkait HUJJAH ARTINYA atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Dhita Koesno
DarkLight