Asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) omega-3 yang berasal dari minyak ikan ternyata bisa membantu mengobati masalah psikiatrik termasuk gangguan kecemasan dan suasana hati.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open September 2018 kemarin, gangguan kecemasan akan berkurang secara signifikan pada mereka yang mendapatkan asupan omega-3.

Untuk sampai pada temuan ini, para peneliti mengumpulkan data dari 19 hasil uji klinis yang melibatkan 1.203 orang partisipan.

"Studi ini mengindikasikan omega-3 PUFA bisa membantu mengurangi gejala klinis kecemasan. Studi lanjutan perlu dilakukan pada populasi di mana kecemasan sebagai gejala utama," tulisnya.

Omega-3 PUFA akan mengontrol beberapa proses neurobiologis, seperti sistem neurotransmiter, neuroplastisitas, dan peradangan. Inilah alasan omega-3 berdampak pada gejala kejiwaan. Namun, peneliti menekankan pentingnya penelitian lanjutan untuk mendapatkan penjelasan lebih detil mengenai mekanisme yang terjadi.

Anxiety.org, sebuah lembaga non-profit di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa pada intinya, kecemasan hanyalah suatu reaksi tubuh terhadap stres, kondisi yang berbahaya, atau hal yang asing. Ia adalah rasa gelisah, tertekan, atau takut yang menimpa seseorang sebelum suatu peristiwa penting seperti wawancara pekerjaan, pernikahan, atau sesederhana presentasi di depan kelas. Kecemasan adalah hal yang normal terjadi pada manusia.

Bagi penderita anxiety disorder, mereka akan kesulitan tidur, berkonsentrasi, berbicara pada orang lain, atau bahkan keluar rumah.

Gangguan kecemasan memiliki beberapa tipe, di antaranya, tipe gangguan kecemasan sosial. Selain itu ada juga tipe gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder). Ia adalah sebuah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan rasa khawatir dan takut berlebihan dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Gangguan kecemasan yang lain adalah panic attacks, ini biasanya berlangsung kurang dari 15 menit. Panic attacks adalah episode ketakutan yang intens, sering disertai dengan gejala fisik yang serius dan perasaan ketakutan tak terkendali.

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) juga merupakan salah satu tipe gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan jenis ini terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa yang sangat mengganggu dan membuat trauma. PTSD juga bisa disebabkan oleh percobaan pembunuhan, atau kecelakaan hebat.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana mengatasi gangguan kecemasan?

Jika seseorang memiliki beberapa ciri-ciri atau gejala gangguan kecemasan seperti kesulitan tidur, sakit kepala, mulut kering, tidak rasional, panik tanpa alasan yang jelas, sulit berkonsentrasi, takut, gelisah, cemas, sakit perut, gampang gemetaran, sulit untuk tenang, hingga mudah berkeringat di bagian tangan, segeralah cari seorang psikolog atau psikiater. Hal-hal lain yang bisa dilakukan untuk meredam gangguan kecemasan adalah yoga dan meditasi.