Mengapa PM Wanita Pertama Swedia Mundur Setelah Terpilih?

Oleh: Alexander Haryanto - 25 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Magdalena Andersson mundur dari jabatan Perdana Menteri Swedia setelah terpilih, ada apa?
tirto.id - Magdalena Andersson, Perdana Menteri wanita pertama Swedia, mengundurkan diri kurang dari 12 jam setelah terpilih pada Rabu lalu. Penyebabnya adalah: koalisi Andersson runtuh sehingga bisa menjerumuskan negara itu ke dalam ketidakpastian politik.

Seperti dilaporkan The Guardian, Magdalena Andersson mengatakan, penyebab pengunduran dirinya adalah keputusan Partai Hijau yang mundur dari koalisi. Keputusan itu pun sudah Andersson sampaikan kepada ketua parlemen.

Di sisi lain, Partai Hijau mengatakan, mereka meninggalkan pemerintah usai RUU anggaran koalisi ditolak oleh parlemen. "Saya telah meminta pembicara untuk dibebaskan dari tugas saya sebagai perdana menteri," kata Andersson dalam konferensi pers.

"Saya siap menjadi perdana menteri dalam satu partai, pemerintahan Sosial Demokrat," lanjutnya.

Sementara itu, BBC melaporkan, Andersson mengatakan, dia berharap bisa mencoba menjadi perdana menteri lagi sebagai pemimpin pemerintahan partai tunggal. "Ada praktik konstitusional bahwa pemerintah koalisi harus mengundurkan diri ketika satu partai mundur," kata dia.

"Saya tidak ingin memimpin pemerintahan yang legitimasinya dipertanyakan."


Rekam Jejak Magdalena Andersson

Andersson terpilih menjadi perdana menteri pada hari Rabu. Pemilihannya sebagai kepala pemerintahan minoritas mengikuti kesepakatan 11 jam dengan partai oposisi Kiri, termasuk dengan imbalan pensiun bagi banyak orang Swedia. Selain itu, Andersson juga mendapatkan dukungan dari mitra koalisi Partai Hijau.

Dalam pemilihan itu, dari 349 anggota Riksdag, sekitar 174 suara yang menentangnya. Dia mendapatkan 117 dukungan dari anggota parlemen, 57 lainnya abstain.

PM Swedia Magdalena Andersson
PM Swedia Magdalena Andersson. (AP Photo/Geert Vanden Wijngaert)


Andersson mulai terjun ke dunia politik pada tahun 1996. Waktu itu dia menjadi penasihat politik untuk Perdana Menteri Goran Persson. Selama tujuh tahun terakhir, Andersson menjabat sebagai menteri keuangan.

Sejarah mencatat, Swedia adalah satu-satunya negara bagian Nordik yang posisi Perdana Menterinya tidak pernah dipegang oleh perempuan. Oleh karena itu, dengan Andersson menjadi perdana menteri perempuan pertama, seharusnya menjadi alasan untuk merayakan pencapaian itu.

Sepanjang kariernya, Andersson telah membangun citra sebagai orang yang lugas dan blak-blakan. Baru-baru ini, saluran televisi publik Swedia SVT mengambarkan Andersson sebagai "buldozer".

Sedangkan editor politik di harian Aftonbladet, Anders Lindberg menggambarkan citra Andersson sebagai sosialis demokrat independen. “Orang-orang bahkan mengatakan mereka takut padanya, para ilmuwan politik elit atau profesor ekonomi ini mengatakan bahwa mereka takut padanya."

“Dia memiliki sedikit cara berdebat [seperti] Angela Merkel. Tidak sepenuhnya jelas apa yang ingin dia katakan, tetapi [dia] memenangkan argumen karena tidak ada orang lain yang benar-benar dapat menjawab karena dia menguasai semua detail,” kata Lindberg seperti dikutip The Guardian.


Baca juga artikel terkait MAGDALENA ANDERSSON atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight