Mengapa Marion Jola Lebih Bersinar dari Juara Indonesian Idol 2018?

Oleh: Alexander Haryanto - 16 Oktober 2019
Dibaca Normal 3 menit
Kepiawaan Marion Jola membuatnya lebih bersinar dari juara Indonesian Idol 2018.
tirto.id - Perhelatan Indonesian Idol 2019 yang digelar kembali kali ini menjadi pintu gerbang untuk mengingat momen-momen dalam sejarah ajang pencari bakat di Indonesia. Tentu ada banyak pertanyaan yang bermunculan, terutama terkait kiprah serta karier para mantan finalis yang sempat menjadi idola dalam semalam itu.

Indonesian Idol 2018 lalu sukses digelar dengan menyisakan dua orang pemenang. Juara pertama adalah Maria Simorangkir dan Ahmad Abdul sebagai runner up. Sampai saat ini, kedua nama itu masih tetap terus meniti karier musik yang disebut banyak orang penuh dengan misteri itu.

Meski sempat mendapat sorotan dan publikasi selama menjadi finalis Indonesian Idol, karier Maria tidak terlalu memukau. Ia hanya pernah mengeluarkan single lagu "Yakin Bahagia" pada 2018 lalu. Sementara Abdul juga demikian. Namun, bedanya, single Abdul berjudul "Coming Home" cukup mendapat sambutan hangat.

Tapi di luar kedua nama itu, justru ada satu mantan finalis yang namanya terus bersinar. Ia adalah Marion Jola. Lantas apa yang membuat kariernya lebih bersinar dibanding pemenang lainnya?

Mula-mula, bakat Marion itu ditemukan oleh para juri Idol, Judika, Bunga Citra Lestari (BCL), Maia Estianty dan Armand Maulana di ruang audisi. Dara asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berhasil memberikan penampilan terbaik sehingga memukau para juri.

Kala itu, Marion membawakan lagu "Thats What I LIke" milik Bruno Mars. Namun, di tengah-tengah ia bernyanyi, juri BCL dan Armand sudah mulai mencium aura bintang dari Marion seraya berbisik "dia ada powernya, sama ada manjanya, itu bagus".


Usai ia bernyanyi, Judika langsung memberikan pujian: "Aku senang banget sama penampilan kamu, aku lihat kamu sangat enjoy, kamu sangat suka nyanyi. Terus kamu siap banget menurut aku, bukan cuma lagu, tapi body language-nya kamu main, terus semua yang ada pada kamu, kamu pakai, menurut aku lagunya nyampai."

Sementara BCL pun memberikan pujian yang sama: "Marion, aku suka banget ya, kamu tahu banget, kamu bagusnya apa dan itu kamu lakuin tadi. Jadi kita juga ngelihat kamu terus tadi."

Ingin mencoba sejauh mana kemampuan Marion, Maia pun memintanya untuk menyanyikan lagu pop Indonesia dan ia memilih lagu HIVI berjudul "Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi".


Usai menyanyikan lagu itu, Maia pun sepakat dengan juri-juri lain sambil mengatakan: "Manja kamu itu lucu, kamu bisa bikin orang menikmati musik, saya bilang kamu punya satu paket yang hampir lengkap."

Namun, pujian para juri itu tidak berbanding lurus dengan keberuntungan Marion di ajang pencari bakat. Pada Senin malam 13 Maret 2018, Marion harus tersingkir dari top 6 Spektakuler Show Indonesian Idol 2018.

Makin Bersinar

Setelah keluar dari daftar finalis Indonesian Idol, karier Marion justru semakin terang. Kemunculan perdananya ditandai dengan single "Jangan" yang berkolaborasi dengan personel RAN, Rayi Putra. Tak dinyana, lagu ini justru membawa berkah bagi perjalanan kariernya.

Selain meledak di pasaran. Lagu "Jangan" juga meraih penghargaan bergengsi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2018 dalam kategori Pendatang Baru Terbaik. Setelah itu, karya-karyanya mulai diterima dengan baik seperti, "So In Love", "Pergi Menjauh" dan "Tak Ingin Pisah Lagi" feat Rizky Febrian.

Tak lama setelah itu, Marion pun merilis album perdana berjudul "MARION". Penggarapan album ini dibantu oleh Nino dari RAN serta Ilman dan Lale dari Maliq & D'Essentials yang tergabung dalam proyek Laleilmanino. Ketiganya bertindak sebagai produser, komposer, arranger sekaligus pencipta lagu untuk semua lagu di album "MARION"

"Sebenarnya aku itu newbie, label memperkenalkan ke Laleilmanino. Mulai dari lagu "Jangan", aku cocok. Akhirnya kayak berjodoh. Semua yang terjadi dari single pertama sampai album semua jodoh. Aku enggak minta dipertemukan, ketemu jodoh, akhirnya bikin album," kata Marion seperti dilansir Antara.

Menurut dia, album yang berisi 11 lagu ini mengambil tema cinta yang menjadi benang merahnya. Empat di antaranya merupakan single yang pernah dirilis. Sedangkan tujuh lagu barunya terdiri dari "Damba", "Merah Jambu", "Favorite Sin" feat Tuan Tigabelas, "It's Not Over Yet", "Dia/Aku", "Rayu" feat Laleilmanino dan "Menangis Tanpa Airmata".

"Selama ini aku cuma membayangkan rilis single saja, enggak pernah membayangkan ada fotoku dalam album. Bisa dibilang ini impian sih tapi enggak pernah aku bayangin dan rencanakan," ujarnya.

Namun, siapa sangka, kariernya terus merangkak. Maka pada akhir Desember 2018, Marion kembali diganjar penghargaan sebagai Best New Asian Artist Indonesia dalam ajang Mnet Asian Music Awards (MAMA) 2018 di Korea Selatan. Dalam ajang MAMA itu, ia juga turut menyanyikan lagunya. Tak hanya itu, lagu "Jangan" juga mengantarkan Java Finger sebagai Best Engineer of the Year.

Marion membawakan single andalannya yang berjudul "Jangan" dan disaksikan oleh sederet bintang K-Pop. Bahkan Kim Jae-Hwan, personel Wanna One sempat tertangkap kamera begitu fokus menyaksikan Marion Jola bernyanyi.

Lala sapaan akrab penyanyi jebolan ajang pencarian bakat ini tampil begitu anggun dengan mengenakan gaun berwarna perak dengan taburan kristal rancangan Monica Ivena saat menerima penghargaan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kariernya. Dia juga menyampaikan salam dalam bahasa Korea sebelum meninggalkan panggung yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari penonton yang hadir.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga, kepada tim saya dan juga Star Media Nusantara dan Universal Music Indonesia. Semua orang di belakang pembuatan 'Jangan', terima kasih banyak. Tak lupa saya ingin menyampaikan terima kasih kepada MAMA 2018 untuk penghargaannya. Ini sebuah kehormatan bisa berada di sini. Aku cinta kalian semua," kata Marion Jola dilansir Antara.


Baca juga artikel terkait PENYANYI INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight