Menuju konten utama

Mengapa Leukemia Bisa Menyerang Orang Dewasa Berusia Lanjut?

Leukimia atau kanker darah tidak hanya menyerang anak-anak, tapi juga orang dewasa berusia lanjut.

Mengapa Leukemia Bisa Menyerang Orang Dewasa Berusia Lanjut?
Ilustrasi Kemoterapi. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Ani Yudhoyono tengah menjalani perawatan di Singapura akibat penyakit yang ia alami. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa dokter mendiagnosa istrinya menderita penyalit Leukemia atau kanker darah.

Leukemia adalah tipe kanker yang lebih sering ditemui pada anak-anak. Namun, ternyata leukemia bisa juga menyerang orang dewasa apalagi yang lebih tua.

Menurut National Cancer Institute, leukemia paling sering didiagnosis antara orang-orang berusia 65 dan 74 tahun. Usia rata-rata saat diagnosis adalah 66 tahun.

Leukemia adalah keganasan yang melibatkan sumsum tulang, tempat di mana sel-sel darah terbentuk.

Leukemia secara spesifik memengaruhi sel darah merah, menyebabkan pertumbuhan dan produksi sel yang abnormal.

Ada empat tipe dasar leukemia, dikategorikan berdasarkan kecepatan perkembangan penyakit yaitu akut atau kronis dan tipe leukosit yang terkena yaitu sel limfoid atau myeloid.

Pada leukemia akut, sel-sel leukemia yang tumbuh cepat tidak dapat melakukan pekerjaan sel darah merah normal dan penyakitnya memburuk dengan cepat.

Pada leukemia kronis, sel-sel leukemia dapat berfungsi seperti sel darah putih normal pada awalnya.

Ketika penyakit berkembang, sel-sel leukemia tidak mampu mengimbangi sel darah putih normal.

Kemudian, leukemia itu dapat dibagi menjadi empat tipe yaitu Leukemia limfositik akut (LLA), Leukemia mielositik akut (LMA), Leukemia limfositik kronis (LLK) dan Leukemia mielositik kronis (LMK).

LMA adalah jenis leukemia yang paling umum pada orang dewasa yang lebih tua, dan prevalensi meningkat secara progresif setelah usia 50 tahun. Ini lebih umum pada pria daripada wanita.

Orang dewasa yang lebih tua yang didiagnosis dengan AML berusia 60-an memiliki tingkat kelangsungan hidup 8 persen selama 5 tahun dan orang dewasa di atas usia 80 tahun yang didiagnosis memiliki presentasi kelangsungan hidup sangat sedikit.

Mengapa leukemia, khususnya LMA, terjadi pada orang tua?

Usia itu sendiri adalah salah satu faktor yang secara signifikan menurunkan tingkat kelangsungan hidup.

Orang dewasa yang lebih tua lebih mungkin memiliki komorbiditas, seperti diabetes dan ginjal, paru-paru, dan penyakit jantung, yang meningkatkan risiko komplikasi pengobatan.

Selain itu, perubahan yang berkaitan dengan usia dapat memengaruhi kemampuan pasien untuk mentolerir leukemia.

Kemoterapi tradisional atau terapi kombinasi juga tidak efektif pada orang dewasa yang lebih tua dengan LMA.

Jika kemoterapi digunakan, orang dewasa yang lebih tua kurang dapat mentolerir pengobatan atau reaksi yang merugikan.

Status fungsional yang lebih rendah juga mempengaruhi pasien yang lebih tua ke hasil yang buruk.

Dilansir Wolters Kluwer, fokus utama asuhan keperawatan untuk pasien yang lebih tua dengan leukemia adalah manajemen gejala.

Fokus asuhan keperawatan yang penting adalah kemampuan fungsional pasien. Penilaian kemampuan berjalan, daya tahan, dan kecepatan berjalan di luar rumah adalah karakteristik kunci dari kemampuan fungsional.

Penelitian menunjukkan bahwa mempertahankan fungsi fisik merupakan faktor penting dalam keberhasilan perawatan.

Olahraga dapat meningkatkan fungsi fisik dan meminimalkan risiko kecacatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa program latihan penting sebelum dan selama perawatan untuk meminimalkan risiko penurunan fungsional.

Pasien dengan leukemia sering mengalami penurunan nafsu makan dan asupan makanan. Mempromosikan nutrisi yang baik adalah langkah penting asuhan keperawatan.

Dorong pasien untuk makan makanan tinggi karbohidrat, bersama dengan vitamin dan mineral. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D efektif terhadap sel leukemia tertentu, terutama sel LMA.

Infografik SC Leukimia

Infografik SC Leukimia. tirto.id/Rangga

Baca juga artikel terkait KANKER DARAH atau tulisan lainnya dari Febriansyah

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Febriansyah
Editor: Yandri Daniel Damaledo