Mengapa Laki-laki Banyak yang Suka Bermain Gim?

Oleh: Febriansyah - 3 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Kecanduan bermain gim bisa berakibat pada kondisi seksual pada laki-laki
tirto.id - Laki-laki secara genetik akan lebih rentan menjadi pecandu gim dibanding perempuan. Penelitian menunjukkan terdapat perubahan pada fungsi otak di gyrus frontal superior pada laki-laki. Gyrus frontal ini adalah area lobus frontal yang mengendalikan kesadaran dan impuls. Sementara pada perempuan yang kecanduan gim tidak menunjukkan perubahan fungsi otak apa pun.

Hal ini digambarkan dalam penelitian Sun Yewen yang berjudul Sex Differences in Resting-State Cerebral Activity Alterations in Internet Gaming Disorder. Sun menunjukkan dengan menggunakan scan yang mendeteksi perubahan aliran darah (fMRI). Pendekatan dengan fMRI berguna untuk mendeteksi seluruh fungsi otak.

Sun dan timnya menulis bahwa laki-laki yang kecanduan bermain gim, dibandingkan dalam kontrol dan keadaan yang sehat, menunjukkan perubahan fungsi otak di gyrus frontal superior, area lobus prefrontal otak yang penting untuk mengendalikan impuls.

“Tetapi, perubahan pada otak yang tercatat tersebut bisa jadi merupakan risiko alih-alih sebuah sebab,” jelas Sun.

Penelitian ini dilakukan pada 32 laki-laki dan 23 perempuan yang kecanduan bermain gim dan 30 orang laki-laki dan 22 perempuan yang sehat atau tidak kecanduan gim. Total peserta berjumlah 105 peserta yang menjalani scan MRI.

Penelitian ini kembali menegaskan bahwa gender bisa menjadi pemicu kecanduan pada gim. Dalam laporan Antara di tahun 2008 tentang gim computer, Allan Reiss dari Universitas Sanford California menemukan bahwa saat dianalisa menggunakan MRi ditemukan aktivitas di pusat mesocorticolimbic otak, daerah yang biasanya berkaitan dengan penghargaan dan kecandua.

Mengapa ini menjadi masalah bagi pria?

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Su dan timnya, menjelaskan bahwa tingkat testosteron yang tinggi pada remaja laki-laki yang kecanduan bermain gim akan memiliki gejala seperti mengambil risiko yang lebih besar, yaitu menjadi kurang responsif terhadap hukuman, dan menunjukkan perilaku yang lebih agresif.

Namun kecanduan bermain gim bisa berakibat pada kondisi seksual pada laki-laki. Hal ini menjadikan laki-laki memiliki prevalensi yang rendah dalam mengalami ejakulasi dini dibandingkan yang bukan pemain gim. Sebabnya karena hormon kesenangan (dopamine) teralihkan ke gim. Tetapi itu tidak akan baik untuk pria dewasa di ranjang.

Laki-laki akan menghabiskan waktu bermain gim, sehingga kepedulian pada lingkungan akan menurun. Sensasi yang cenderung tercurah pada gim itu akan menurunkan rasa kesenangan pada pasangan. Meskipun dalam penelitian gim bisa mengrangi stress pada laki-laki.

The Guardian dalam laporannya tentang masalah gim bagi laki-laki menuliskan bahwa para pecandu gim menggunakan gim sebagai bentuk pelarian dari kehidupan nyata.

“Pria muda bermain video game secara berlebihan, mereka menggunakan permainan sebagai bentuk pelarian ekstrim dari kekhawatiran dan tanggung jawab kehidupan nyata,” tulis Guardian.

Penelitian ini dilakukan oleh Zimbardo dan Coulombe yang menunjukkan bukti statistik berupa pendapatan industri game di seluruh dunia. Mereka menunjukkan bahwa penjualan gim diseluruh dunia telah mencapai $ 66 miliar pada tahun 2013 dan di tahun yang sama, dalam pernikahan yang melibatkan para gamer menemkan bahwa suami lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk bermain gim.

Sebelumnya, telah ditetapkan oleh WHO bahwa Internet Gaming Disorder (IGM) masuk ke dalam klasifikasi penyakit internasional pada bulan Juni.


Baca juga artikel terkait GAME ONLINE atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani