Mendagri: Beda Pilihan di Pilkada Tak Berarti Persaudaraan Putus

Oleh: Damianus Andreas - 15 Juni 2018
Dibaca Normal 1 menit
Mendagri Tjahjo Kumolo berharap masyarakat tak berkonflik jelang Pilkada 2018.
tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap agar masyarakat tidak berkonflik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni 2018 mendatang.

Menurut Tjahjo, perbedaan pilihan tidak seharusnya membuat rasa kekeluargaan, persatuan, dan kesatuan sebagai warga negara terpecah.

“Berbeda pilihan bukan berarti lalu persaudaraan menjadi terputus. Keberlangsungan hidup masyarakat dan negara harus kita jaga bersama,” ujar Tjahjo di Jakarta dalam keterangan resminya pada Kamis (14/6/2018).

Lebih lanjut, Tjahjo mengimbau agar masyarakat hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat hari berlangsungnya Pilkada serentak. Tjahjo meminta agar seluruh warga negara yang tercatat sebagai pemilih dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak serta memilih pemimpin yang amanah dan sesuai hati nurani.

Adapun Tjahjo berpesan agar pemimpin daerah yang dipilih nantinya dapat menggerakkan pembangunan, pelayanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan rasa aman, tertib, dan damai.

Dengan demikian, Tjahjo menilai kontestasi politik dapat berlangsung secara elegan dan sejuk. Tjahjo sendiri berharap agar Pilkada 2018 dapat menjadi pesta demokrasi yang beretika dan bermartabat.

Tjahjo pun turut menyoroti tentang Hari Raya Idul Fitri yang tiba tak jauh dari pelaksanaan Pilkada serentak. Adapun Tjahjo mengimbau agar semangat hari raya dapat mewarnai pesta demokrasi yang akan berlangsung.

Ia pun mendorong agar masyarakat, pasangan calon, tim sukses, aparatur, maupun penyelenggara pemilu dapat memanfaatkan momentum Lebaran ini untuk menurunkan tensi suhu politik lokal.

Tjahjo berpendapat bahwa semangat silaturahmi saat Lebaran dapat menjadi perekat persatuan serta meneguhkan sikap untuk menghargai perbedaan.

“Saya percaya penyelenggara pemilu, baik KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) serta aparat TNI, Polri, aparat pemerintah daerah akan bekerja profesional,” ungkap Mendagri.

“Selain itu, saya pun yakin tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh perempuan, pers, serta tokoh agama, maupun lembaga-lembaga keagamaan akan bersatu padu memelihara iklim Pilkada serentak 2018 yang kondusif, tertib, lancar, aman, dan damai,” tambahnya.

Menurut rencana, sebanyak 171 daerah akan melaksanakan Pilkada secara serentak pada 27 Juni 2018.

Dari total daerah tersebut, pembagiannya terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Beberapa provinsi yang akan menggelar Pilkada ialah Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur. Sedangkan kota dan kabupaten yang turut serta di antaranya Kota Malang, Kota Makassar, dan Kabupaten Gianyar.


Baca juga artikel terkait PILKADA SERENTAK 2018 atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight