Mendag Prediksi Kelangkaan Kontainer Dunia Teratasi per Juni 2021

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 4 Maret 2021
Distribusi kontainer dunia diprediksi akan mencapai titik keseimbangan baru per Juni-Juli 2021 mengikuti pulihnya perdagangan dunia usai terdampak COVID-19.
tirto.id - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memprediksi kelangkaan kontainer di dunia akan segera teratasi pada Juni-Juli 2021 atau musim panas tahun 2021. Menurut Lutfi pada masa itu, distribusi kontainer dunia akan sudah mencapai titik keseimbangan baru mengikuti pulihnya perdagangan dunia setelah terdampak COVID-19.

“Itu nanti akan menemui satu ekuilibrium baru. Setelah memasuki musim panas Juni-Juli 2021 itu kontainer sudah bisa tersebar menyeluruh,” ucap Lutfi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Lutfi menjelaskan kelangkaan kontainer bermula ketika perdagangan dunia terpaksa berhenti karena penurunan aktivitas ekonomi yang disebabkan COVID-19. Ia mencontohkan pelabuhan Los Angeles di Amerika Serikat mengalami penurunan dari semula melayani 200 kapal per hari menjadi hanya 4 kapal per hari.

Penurunan drastis ini menyebabkan banyak kontainer dan kapal sempat tidak tersedia ketika perekonomian dan perdagangan dunia tiba-tiba kembali bangkit dan mengalami normalisasi. Imbasnya harga pengiriman dari Indonesia ke Amerika Serikat naik dari 2.700 dolar AS per kontainer menjadi 6.000 dolar AS per kontainer.

Meski demikian, Lutfi berkata saat ini belum ada yang bisa dilakukan. Dus, untuk sementara waktu para pelaku usaha, produsen, penjual, dan konsumen harus menanggung pil pahit berupa kenaikan harga yang terjadi karena lonjakan harga pengangkutan kontainer yang terjadi di dunia.

“Saat ini seperti minum obat, kita perlu menelan pil dengan bayar lebih tinggi. Apapun kebutuhan barang, tetap didatangkan [impor] juga [untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri] ,” ucap Lutfi.




Baca juga artikel terkait EKSPOR IMPOR atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight