Advertorial

Menciptakan Generasi Pemimpin untuk Menyambut Era Industri 4.0

Suasana acara Beswan Djarum Leadership Development 2020 pada 16-19 Februari 2020 yang digelar di Hotel Eastparc, Yogyakarta. tirto.id/Dipna Videlia Putsanra
Oleh: Advertorial - 5 Maret 2020
Dibaca Normal 2 menit
Era ekonomi digital dan penerapan industri 4.0 diperkirakan mampu membuka hingga 10 juta lapangan kerja baru pada 2030.
Era revolusi industri keempat (4.0) bukan sekadar jargon yang terus-menerus diulang. Menurut Encyclopaedia Britannica, revolusi industri keempat berlangsung selama abad ke-21 dengan ditandai serangkaian pergolakan sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Era ini didorong oleh konvergensi inovasi digital, biologis, dan fisik.

Kombinasi dari sistem siber, internet of things (IoT), dan internet of system turut mempercepat penerapan industri 4.0. Pada praktiknya, ini juga terjadi di tanah air.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai wujud kesiapan memasuki era ini. Peningkatan kompetensi SDM industri—sektor yang konsisten menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional—pun menjadi prioritas. Apalagi era ekonomi digital dan penerapan industri 4.0 diperkirakan mampu membuka hingga 10 juta lapangan kerja baru pada 2030.

Maka, untuk mewujudkan SDM berkualitas, pendidikan masa kini bukan lagi semata soal pencapaian akademik atau keahlian yang mengandalkan kemampuan fisik (hard skills), melainkan juga keterampilan lunak atau yang menyangkut kecakapan (soft skills).

Kemampuan Manusia yang Tak Tergantikan

Djarum Foundation menggagas kegiatan bertajuk “Leadership Development 2020” pada Minggu (16/02) sampai Rabu (19/02) di Hotel Eastparc, Yogyakarta. Ini merupakan salah satu wadah pelatihan soft skills yang diberikan dalam program Djarum Beasiswa Plus untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Selain mendapatkan dana beasiswa selama setahun, Beswan Djarum—sebutan bagi penerima program Djarum Beasiswa Plus—juga akan mendapatkan berbagai macam pelatihan soft skills, salah satunya “Leadership Development”.

Kegiatan ini berlangsung pada Januari sampai Februari 2020 di Surabaya dan Yogyakarta. Di tiap kota tersebut, pelatihan berlangsung selama empat hari dengan jumlah peserta sekitar 497 mahasiswa/i penerima Djarum Beasiswa Plus. Pelatihan ini meliputi empat segmen, yaitu Gritty Leadership, Critical Writing, Public Speaking, dan Motivate & Inspiring Others.

Hal-hal di atas penting dimiliki anak bangsa dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Hanya manusialah yang sanggup berpikir dengan kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif, walau era ini didominasi oleh komputer dan robot.

“Itu menjadi plus buat kita. Kualitas karakter (bagaimana siswa mendekati lingkungan mereka yang berubah), keingintahuan, inisiatif, kegigihan dan ketabahan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, kesadaran sosial dan budaya. Itu semua tak ada pada robot,” ungkap Galuh Paskamagma, Program Associate Djarum Foundation, pemberi materi pada hari pertama.

Galuh juga menjelaskan pentingnya visi yang dibentuk oleh core value (nilai yang dipegang sebagai petunjuk arah dalam kehidupan) dan core purpose (alasan idealis kenapa harus ada kita), serta pemimpin yang harus memiliki grityang merupakan kombinasi dari kontrol diri, hasrat, dan ketekunan.

“Sepuluh tahun lagi Indonesia akan mengalami bonus demografi. Ini akan menjadi peluang yang sangat besar untuk teman-teman menjadi pelaku sejarah dalam menjadikan Indonesia negara yang digdaya seutuhnya,” lanjut Galuh, “Saya yakin di sini teman-teman bisa menjadi pemimpin yang memiliki vision dan grit.”

Pada hari kedua, Margareta Astaman memberikan materi tentang Critical Writing. “Sebelum bisa melakukan critical writing, kita perlu critical reading, yaitu mengenali berita hoaks atau tidak dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan 5W1H,” kata Margareta.

Riko Anggara melanjutkan dengan materi Effective Oral Communication. Ia menjelaskan tips visual, vokal, dan verbal, sampai soal eye contact dan pose ketika berbicara dengan orang lain maupun di hadapan publik. Para peserta turut diberi materi latihan, baik menulis maupun berbicara.

“Materi tadi memberikan saya gambaran bagaimana kita mengolah diri. Tak perlu harus jadi orang lain, tapi diri kita yang kita perkuat sendiri dan bertanggung jawab pada apa yang kita omongkan dan tak asal ngomong,” kata Taufik, salah satu peserta dari Jayapura.

Pada hari ketiga, para peserta diberi proyek presentasi. Dibagi ke dalam delapan kelompok, masing-masing Beswan Djarum berperan sebagai Staf Khusus Kepresidenan dari kalangan milenial. Tiap kelompok mendapat satu tema sesuai dengan bidang masing-masing, yaitu kebudayaan, lingkungan hidup, pendidikan, olahraga, sosial, hukum, ekonomi, dan hubungan luar negeri. Presentasi dilakukan berdasarkan ilmu yang telah mereka dapat dari sesi-sesi sebelumnya.

Setelah presentasi dan pengumuman Best Writer, Best Speaker, dan Best Group, kegiatan pada hari ketiga itu dilanjutkan dengan materi Motivating & Inspiring Others dari James Gwee. Ia menjelaskan perbedaan leader dan leadership, pentingnya mengomunikasikan visi, menyatukan tipe kepribadian banyak orang dalam satu visi, dan berkolaborasi.

“Awalnya saya merasa minder sekali, tak bisa apa-apa, tapi sekarang saya berterima kasih sekali sudah diajarkan tentang kepemimpinan di sini,” kata Rohim dari UIN Sunan Ampel.

Program Leadership Development 2020 ditutup pada hari keempat dengan materi Community Empowerment dari Christian Noko. Melalui materi ini, Beswan Djarum diberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai keterampilan lunak yang telah diperoleh dengan melibatkan diri secara langsung dalam memberikan jalan keluar pada suatu permasalahan sosial di lingkungan tempat mereka berada.

Menurut World Economic Forum, ada 10 kemampuan yang akan sangat dicari pada 2020 ini, dan beberapa di antaranya adalah pemecahan masalah yang kompleks, berpikir kritis, kreativitas, dan people management. Semua itu dibahas secara tuntas dalam pelatihan “Leadership Development 2020”.

Kegiatan ini akan terus dilakukan oleh Djarum Foundation demi menciptakan generasi berkualitas. Sebagai anak bangsa, ada baiknya kita pun turut mempersiapkan diri menyambut era revolusi industri 4.0, dan salah satu wujud nyatanya adalah dengan mengikuti Beswan Djarum batch selanjutnya.
DarkLight