Tips Keuangan Milenial

Mencapai Financial Freedom di Usia Muda, Mungkin atau Tidak?

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 8 Okt 2022 07:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Financial freedom adalah kondisi di mana seseorang memiliki cukup simpanan, terbebas dari utang dan memiliki investasi dalam jangka waktu relatif lama.
tirto.id - "Mimpi adalah kunci. Untuk kita menaklukkan dunia. Berlarilah tanpa lelah. Sampai engkau meraihnya."

Petikan lagu Nidji berjudul 'Laskar Pelangi' yang dirilis pada 2008 itu cukup populer pada masanya. Lirik lagu band yang digawangi oleh mantan vokalis Giring Ganesha mengajak masyarakat agar tidak berhenti bermimpi. Karena mimpi adalah awal dari masa depan yang cerah.

Lagu band berasal dari Jakarta itu, beririsan dengan keinginan setiap individu yang memiliki mimpi mampu mencapai financial freedom atau kebebasan finansial di masa muda.


Secara umum, financial freedom adalah kondisi di mana seseorang memiliki cukup simpanan, terbebas dari utang, memiliki investasi, dan uang untuk mencukupi gaya hidup yang diinginkan dalam jangka waktu relatif lama.

Saat ini memang banyak pekerja atau pengusaha yang masih berusia muda, dan sudah memiliki pendapatan yang besar. Namun, tingginya tingkat pendapatan tidak selamanya berdampak positif.

Alih-alih mencapai financial freedom di usia yang relatif muda, banyak orang terjebak pada gaya hidup boros, kredit membengkak, dan terbebani berbagai macam utang.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno mengatakan, untuk mencapai financial freedom di usia muda bisa dengan memahami kondisi keuangan yang dimiliki. Kenali kondisi keuangan pribadi dan pastikan jika pendapatan yang dimiliki bisa sepenuhnya mencukupi kebutuhan.

"Di tengah kondisi tidak menentu seperti ini, Anda harus mempunyai yang namanya prioritas keuangan," kata dia kepada Tirto, Sabtu (8/10/2022).

Apabila pendapatan masih pas-pasan atau kurang, maka perlu melakukan evaluasi apa saja yang bisa diubah. Dengan melakukan penghematan atau mengubah gaya hidup agar tidak terlalu boros dan bisa menutup seluruh kebutuhan dengan jumlah pendapatan yang diterima.

"Jadi satu berbasis kepada prioritas itu mindset perlu ada. Supaya kita bisa maintenance kesehatan finansial kita," ujarnya.


Langkah selanjutnya adalah dengan menyusun financial planning atau rencana keuangan. Hal ini bisa dimulai dengan merancang pos-pos pengeluaran rutin bulanan atau mingguan.

"Contoh kalau kita berbagai kebutuhan barang naik, kita bisa lakukan adalah bisa mengurangi. Kalau tidak bisa kurangi gimana? Kita mungkin beli barang yang sama namun bisa cari yang lebih murah," katanya.

Langkah paling signifikan untuk merdeka secara finansial adalah dengan terbebas dari utang. Pada dasarnya financial freedom bisa dicapai saat seseorang sudah memiliki pendapatan yang stabil dan terbebas dari utang.

Dari hal tersebut, maka perlu memprioritaskan untuk melakukan pelunasan utang-utang yang dimiliki dengan menekan pengeluaran tidak perlu atau menambah pendapatan. Agar impian mencapai financial freedom bisa terwujud dengan cepat.

Lebih lanjut, Mike mengatakan ketika ingin mencapai financial freedom di usia muda, perlu menyiapkan diri untuk mengatur keuangan dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung atau berinvestasi.

Satu hal yang membedakan antara orang-orang yang pas-pasan dengan seseorang yang sudah mencapai financial freedom adalah bisa atau tidaknya mengalokasikan pendapatannya untuk menabung dan berinvestasi.

"Tabungan ini memang dikhususkan menyimpan dan mendapatkan bunga sampai nanti pada saat dicairkan. Sehingga uang tersebut bisa membayar tujuan dari si penabung di depan," katanya.



Deposito Salah Satu Investasi Aman


Adapun dalam jangka pendek jenis tabungan bisa memberikan pertumbuhan imbal hasil dan aman adalah deposito. Deposito adalah salah satu produk yang ditawarkan oleh bank kepada masyarakat yang ingin menabung.

"Kalau masih mau aman deposito. Namanya juga aman hidup tenang. Itu alternatifnya," saran Mike.

Deposito memiliki tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan sebelumnya dengan bunga bank. Jadi, uang yang dideposito harus tetap disimpan dalam bank untuk jangka waktu tertentu agar dapat memperoleh tingkat bunga yang telah disepakati.

Deposito merupakan jenis investasi sederhana dari bank yang menjanjikan suku bunga tetap dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu untuk mendepositokan uang juga bermacam-macam, mulai dari 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, hingga setahun atau bahkan 2 tahun.

Untuk bunganya, produk simpanan deposito berbeda dengan tabungan biasa. Suku bunga dalam deposito hanya dibayarkan pada akhir periode dari investasi. Selain itu, setiap bank juga memiliki suku bunga yang berbeda, dan hal ini bisa menjadi salah satu pertimbangan sebelum Anda memilih untuk deposito.

Selain depostito, Mike juga menyarankan untuk mencoba reksadana. Dasarnya, reksadana merupakan produk investasi yang berasal dari kumpulan dana masyarakat pemodal dan diolah menjadi investasi dalam bentuk portofolio efek, seperti saham, obligasi, pasar uang ataupun efek lainnya.

Ada berbagai macam jenis reksadana, yaitu Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Terproteksi, Reksadana Campuran, Reksadana Index (RDI), dan Reksadana Saham.

Dari berbagai jenis reksadana, reksadana pasar uanglah yang memiliki tingkat risiko yang lebih minim dibandingkan reksadana lainnya. Dengan memilih berinvestasi menggunakan reksadana pasar uang, dana yang diinvestasikan akan 100 persen diolah menjadi instrumen pasar uang, seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Obligasi dengan masa batas waktu tidak lebih dari satu tahun.

"Lebih aman lagi apa yang terjangkau. Reksadana Rp100 ribu bisa. Apalagi yang terjangkau tabungan emas Pegadaian bisa," jelasnya.


Baca juga artikel terkait FINANCIAL FREEDOM atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight