Menag Yaqut Pastikan Proses Kasus Gontor Terus Berjalan

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 8 Sep 2022 18:25 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kementerian Agama berusaha menyelidiki apakah kasus tersebut bersifat sistematis atau kesalahan individu.
tirto.id - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak memungkiri ada indikasi pondok pesantren (ponpes) Gontor menutupi kejadian kematian salah satu santri. Setelah ada pengakuan pihak Gontor, Kementerian Agama pun melakukan penindakan.

"Sekarang tinggal aparat hukum menindaklanjutinya seperti apa. sementara urusan pesantren kita jalan terus nih, kita lagi melihat, aparat kita kita akan lihat, aparatur kementerian agama kita lihat di lapangan di pondok pesantren gontor seperti apa," kata Yaqut di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Yaqut menuturkan, Kementerian Agama berusaha menyelidiki apakah kasus tersebut bersifat sistematis atau kesalahan individu. Ia tidak ingin lembaga menjadi korban akibat kesalahan individu.

"Ini untuk melihat apakah ini sistematis atau memang ini personal, kalau personal kan enggak boleh lembaganya jadi korban," kata Yaqut.

Yaqut mengaku sudah ada sejumlah upaya mencegah masalah pesantren dengan membuat sejumlah regulasi. Ia mengingatkan bahwa pemerintah sudah mengatur regulasi pesantren atau boarding school.

"Nah pola pengasuhan ini yang kami lihat masih kurang dalam lembaga-lembaga pendidikan dan krn ini kita akan melakukan terus pendekatan, sosialisasi atau apapun judulnya kepada lembaga-lembaga pendidikan ini supaya ada penekanan terhadap pengasuhan karena kalau tidak, kejadian ini akan terus berulang," kata Yaqut.

Kedua, Kementerian Agama juga tidak bisa asal masuk intervensi ke lembaga. Ia beralasan, lembaga seperti boarding school maupun pesantren adalah lembaga independen. Namun ia memastikan pemerintah terus berupaya menyelesaikan masalah tersebut.

"Usaha kita ya ikhtiar, memperbaiki sebisa mungkin melalui pendekatan-pendekatan yang kami miliki," kata Yaqut.








Baca juga artikel terkait KASUS PENGANIAYAAN DI PONPES GONTOR atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight