Menag Sebut Layanan Haji dan Nikah Tahun ini Lebih Baik

Oleh: Agung DH - 24 Oktober 2016
Dibaca Normal 1 menit
Kementerian agama mengaku telah berhasil dalam beberapa program utama dalam dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Beberapa keberhasilan yang dicatat Kemenag antara lain meningkatnya indeks kepuasan terhadap penyelenggaraan haji, bertambahnya penerimaan negara bukan pajak dari biaya nikah, reformasi birokrasi, dan meningkatnya indeks toleransi beragama.
tirto.id - Kementerian agama mengaku telah berhasil dalam beberapa program utama dalam dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Beberapa keberhasilan yang dicatat Kemenag antara lain meningkatnya indeks kepuasan terhadap penyelenggaraan haji, bertambahnya penerimaan negara bukan pajak dari biaya nikah, reformasi birokrasi, dan meningkatnya indeks toleransi beragama.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengungkapkan keberhasilan itu dalam pers briefing 2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Senin (24/10/2016).

Ia mencontohkan dalam penyelenggaraan ibadah haji, pelayanannya lebih baik dari tahun sebelumnya. Menurut data BPS yang ia kutip, survei kepuasan penyelenggaraan haji pada 2015 meningkat dibanding 2014 sebesar 1,69.

Ia berharap indeks kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan bisa meningkat di tahun mendatang.

"Untuk tahun ini sedang dikerjakan BPS, mudah-mudahan meningkat karena tahun lalu ada kasus crane runtuh dan peristiwa Mina saja meningkat dibanding sebelumnya," katanya seperti dikutip Antara.

Berkaitan dengan biaya haji, Lukman menyebutkan sejak 2014 juga terjadi penurunan biaya haji. Pada 2014 mencapai 3.216 dolar AS, pada 2015 turun menjadi 2.617 dolar AS, dan 2016 turun menjadi 2.585 dolar AS.

"Ini berkat kerja sama DPR dan pihak lainnya yang mengefisienkan biaya haji," katanya.

Menag juga menyebutkan jumlah jamaah haji wafat juga turun padahal tahun 2016 jumlah jamaah haji usia risiko tinggi meningkat karena antrean yang panjang.

"Tahun 2015 mencapai 320 orang, tahun 2016 mencapai 320 orang yang wafat," katanya.

Selain itu, Kemenang juga mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak dari biaya nikah sampai dengan September 2016 mencapai lebih dari Rp500 miliar. Sementara pada tahun lalu bisa menyetor ke kas negara berupa PNBP sebesar Rp733 miliar.

Menurutnya sebelum 2015, pengadminitrasian nikah tidak masuk ke kas negara namun berkat kerja sama dengan KPK dan instansi lain sekarang biaya nikah menjadi PNBP.

"Tahun 2015 Ada Rp733 miliar yang masuk menjadi PNBP, dan tahun ini sampai akhir September tidak kurang dari Rp500 miliar," kata Lukman “Sekarang proses nikah ada di Kantor KUA dan itu gratis, sementara kalau di luar Kantor KUA itu biayanya Rp600.000 dan langsung ditransfer ke kas negara."


Reformasi Birokrasi Kemenag

Menteri Agama dua periode itu juga menyampaikan sejumlah capaian kementeriannya dalam dua tahun terakhir seperti membaiknya Indeks Reformasi Birokrasi Kemenag yaitu dari 54,83 atau nilai C pada 2014 menjadi 52,28 atau B pada 2015.

"Ini sesuai penilain Kemenpan RB, tahun ini kami berharap membaik lagi," katanya.

Lukman menyebutkan ada enam target perubahan dari reformasi itu antara lain mental aparatur yang mencakup lima nilai budaya kerja yaitu integritas profesional, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan.

Target lainnya adalah adanya akuntabilitas dengan menggunakan sistem informasi dan administrasi berbasis IT, peningkatan pelayanan publik, standardisasi layanan KUA, dan penyempurnaan Sikohat dan pengadaan kitab suci dan alquran digital.

Lukman juga menyebutkan tahun 2016 telah dituntaskan tunjangan profesi guru non PNS sekolah di bawah Kemenag sebesar Rp1,7 triliun.

"Dan diharapkan dapat dituntaskan seluruh tunjangan tersebut pada 2017 melalui RAPBN," kata Lukman

Sementara survei Indeks Kerukunan Umat Beragama angkanya mencapai 75,36.

"Angka ini cukup tinggi, ini survei secara keseluruhan di Nusantara yang cukup luas, kami mengakui ada spot-spot tertentu yang mengganggu kerukunan umat beragama. Ini jadi perhatian kami," katanya.

.



Baca juga artikel terkait KEMENAG atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH
DarkLight