Menuju konten utama

Memaknai Ucapan Selamat Hari Ayah Nasional Setiap 12 November

Ada banyak hal yang dapat dilakukan dan lebih penting dari sekadar mengucapkan "Selamat Hari Ayah" saat memperingati Hari Ayah Nasional 12 November.

Memaknai Ucapan Selamat Hari Ayah Nasional Setiap 12 November
Ilustrasi hari ayah. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Hari Ayah bagi semua orang tak selalu bahagia dan indah. Ada etika tidak tertulis saat mengucapkan "Selamat Hari Ayah". Sebab, kenangan yang indah dan bahagia tentang seorang ayah tidak semua orang memilikinya.

Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November 2019 menjadi kesempatan untuk berterima kasih pada ayah. Hari Ayah Nasional adalah saat untuk membuat ayah merasa istimewa.

Menghormati ayah dan merasakan sosok kebapakannya memang tak harus dilakukan saat Hari Ayah Nasional saja, tetapi bisa dilakukan setiap hari. Di Indonesia hari Ayah dirayakan pada tanggal 12 November, sedangkan di dunia internasional hari ayah diperingati setiap minggu ketiga pada bulan Juni.

Dikutip dari Times of India, ucapan untuk hari ayah bisa dilakukan hanya dengan mengatakan, "Selamat Hari Ayah!" atau "Happy Father's Day" untuk setiap ayah yang ditemui. Namun, bisa juga ditambahkan kata-kata seperti "Semoga Ayah selalu bahagia, hari ini dan seterusnya. Aku akan selalu mencintaimu."

Hari Ayah Tak Selalu Indah Bagi Semua Orang

Namun, dikutip dari Option B Organization, Hari Ayah tak selalu indah dan bahagia bagi semua orang. Sebab, tak semua orang memiliki kenangan yang indah tentang seorang ayah. Oleh karena itu, perlu kepekaan untuk mengucapkan "Selamat Hari Ayah" pada seseorang yang baru ditemui.

Perhatikan orang itu, pertimbangkan apa yang telah dia alami, dan pengalaman-pengalamannya yang berkaitan dengan "ayah". Mungkin saja ada seseorang yang sudah menikah lama, tetapi belum punya anak. Rasanya kurang tepat jika mengucapkan "Selamat Hari Ayah" padanya.

Banyak ayah yang tidak dapat menghabiskan waktu bersama anak mereka karena perceraian, atau ada ayah yang memiliki anak sedang sakit parah, kehilangan anak karena keguguran, atau yang anaknya telah lama meninggal.

Ada juga anak-anak yang pernah mendapat pelecehan seksual dari ayahnya, anak-anak korban perceraian, atau anak yang tidak mendapat kasih sayang dari ayahnya sejak kecil karena ayahnya meninggalkan dia begitu saja.

Kondisi-kondisi tersebut membuat ucapan Hari Ayah rasanya tak tepat untuk diucapkan pada mereka. Hari Ayah dapat mengingatkan mereka pada ketidakhadiran seorang ayah dengan cara yang menyakitkan.

Saat Hari Ayah, ada banyak hal yang dapat dilakukan dan lebih penting dari sekedar mengucapkan "Selamat Hari Ayah". Sebagai teman dan keluarga, bantu seseorang melalui Hari Ayah yang mungkin sulit.

Ada beberapa kategori atau kondisi seseorang yang mungkin butuh perhatian lebih banyak saat Hari Ayah, yaitu seorang ayah yang berduka karena ditinggalkan anak, seorang anak yang berduka karena ditinggalkan ayah, seorang janda, dan pasangan yang mengalami infertilitas.

Pada saat Hari Ayah, berikan perhatian lebih pada mereka, atau mungkin tidak perlu sama sekali. Sebagai teman dan keluarga, jadilah pendengar yang baik dan jika mereka tidak merasa ingin berbicara, maka beri beri perhatian kecil seperti pesan singkat, snack, dan hal semacamnya untuk membantu mereka melewati Hari Ayah.

Baca juga artikel terkait HARI AYAH atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
Penyelaras: Ibnu Azis