Menuju konten utama
Peneliti IESR:

Mati Listrik Massal Tak Hanya di Jakarta, New York Juga Pernah

Sebagian Pulau Jawa hingga Jabodetabek lumpuh akibat pemadaman listrik juga pernah terjadi di Manhattan, New York.

Mati Listrik Massal Tak Hanya di Jakarta, New York Juga Pernah
Pedagang Pasar Palmeriam, Jakarta Timur menutup kiosnya lebih cepat akibat pemadaman listrik di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Minggu (4/8/2019). Tirto.id/Adi Briantika.

tirto.id - Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa menjelaskan indikasi adanya kerusakan jaringan yang mengakibatkan sebagian Pulau Jawa sampai Jabodetabek lumpuh, bisa juga terjadi di kota megapolitan seperti Manhattan, New York.

"Di sistem interkoneksi gangguan seperti ini sangat mungkin terjadi, di negara seperti Amerika, gangguan seperti ini juga sangat mungkin terjadi," kata dia kepada reporter Tirto, Senin (5/8/2019).

Ia menjelaskan, belum lama ini kota megapolitan sekelas Manhattan mengalami blackout pada 14 Juli 2019. Banyak hal yang bisa menyebabkan blackout.

"Ada gardu yang rusak gitu menyebabkan beberapa waktu lalu itu kan daerah New York, Manhattan itu kan juga ada gangguan parah, itu di sana karena ada trafo yang mengalami kerusakan," terang dia.

Ia menjelaskan, saat itu Manhattan saat itu mengalami kerusakan gardu induk. Kerusakan tersebut membuat satu sistem kelistrikan seperti yang terjadi di Indonesia saat ini.

Gangguan seperti itu, kata Fabby, sangat mungkin terjadi. Namun, seharusnya risiko terjadinya gangguan tersebut bisa diminimalisir.

"Kalau kita memahami apa penyebab-penyebabnya atau risiko-risiko yang menyebabkan terjadinya pemadaman atau blackout," terang dia.

Seharusnya, kata dia, risiko-risiko tersebut bisa dihindari dengan mempelajari ada gangguan-gangguan yang pernah terjadi di beberapa negara. Pemerintah atau regulator ketenagalistrikan dalam hal ini Kementerian ESDM harus melakukan investigasi dan menurunkan pakar independen untuk memecahkan permasalahan ini.

"Itu mengevaluasi tadi dari data yang ada dicari tahu akar masalahnya ada di mana, karena pemadaman itu bisa disebabkan faktor teknis, faktor non teknis. Nah, hal seperti ini kan harus dipahami, fenomena alam karena gangguan bencana alam bisa saja, proteksi terhadap bencana alamnya misalnya kurang bagus," papar dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pemerintah harus segera melakukan investigasi untuk menemukan permasalahan dan memperbaikinya.

"Biasanya di negara lain kalau ada kejadian seperti ini dilakukan investigasi. Nah, saya juga berharap, Kementerian ESDM itu membuat tim investigasi, tujuannya bukan untuk menghukum orang, tapi untuk menemukan apa kelemahan risiko," tandas dia.

Baca juga artikel terkait MATI LISTRIK atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri