Massa Aksi Buka Bersama & Salat Magrib Berjamaah di Depan Bawaslu

Oleh: Adi Briantika - 21 Mei 2019
Saat Magrib tiba massa aksi yang melakukan demonstrasi di depan kantor Bawaslu melakukan buka bersama dan salat berjamaah.
tirto.id - Massa aksi semakin memadati Jalan Raya Thamrin dan Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, tepat di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Saat Magrib tiba massa aksi di depan kantor Bawaslu melakukan buka bersama dan salat berjamaah.

Panitia membagikan takjil berupa nasi kotak dan segelas teh. Selain duduk di jalan raya, masa juga memenuhi kawasan perkantoran sekitar Bawaslu.

Seperti di gedung Djakarta Theatre, gedung Sarinah, gedung Jaya dan Menara Cakrawala.

Anggota Polri yang bersiaga pun turut berbuka sambil tetap memantau kondisi lapangan. Lebih dari selusin ambulans juga disiagakan di Jalan KH Wahid Hasyim.

Usai melakukan buka bersama, massa pun salat Magrib berjamaah di jalan raya dan pelataran perkantoran.

Sebelum melakukan salat berjamaah, massa aksi ada yang berwudu dengan air mineral karena sulit menemukan toilet.

Sementara untuk alas salat, massa aksi menggunakan kertas koran sebagai pengganti sajadah, namun ada pula yang bersujud tanpa alas.

Hingga saat ini massa masih belum membubarkan diri. Mereka menuntut agar Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu agar mengusut kecurangan Pemilu 2019 dan mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Sebab menurut massa aksi pasangan Jokowi-Ma’ruf dianggap tidak adil dalam pertarungan demokrasi.

Massa berasal dari Relawan Buruh Indonesia, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia dan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat. Mereka memadati area Bawaslu sejak pukul 13.30 WIB.

Arus lalu lintas yang menuju ke Simpang Sarinah diblokade oleh aparat, tidak ada kendaraan yang bisa melintas. Polisi pun menyiapkan rute alternatif bagi masyarakat di sekitar area demonstrasi.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Politik)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Nur Hidayah Perwitasari