Massa Aksi 'Berantas Mega Korupsi' Mulai Berkumpul di Patung Kuda

Oleh: Adi Briantika - 21 Februari 2020
Aparat sudah memblokade Jalan Medan Merdeka Barat yang menuju ke Istana Negara sehingga massa aksi 'Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI' hanya bisa berorasi di depan Gedung Sapta Pesona.
tirto.id - Massa dari Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPFU), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 berdemonstrasi di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020). Dalam aksinya kali ini, mereka mengusung tema 'Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI'.

Pantauan reporter Tirto, aparat sudah memblokade Jalan Medan Merdeka Barat yang menuju ke Istana Negara. Blokade ini membuat massa aksi demonstrasi hanya bisa berorasi di kawasan Patung Kuda atau di depan Gedung Sapta Pesona.

Seorang orator yang berada di atas mobil komando menyatakan korupsi di Indonesia karena salah pejabat yang merugikan rakyat. Keputusan yang diambil pemerintah saat ini dinilainya juga mengherankan, salah satunya kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim soal pembayaran sumbangan pembinaan pendididikan (SPP) melalui Go-Pay.

"Mendikbud memperkaya diri sendiri, masa bayaran sekolah pakai Gopay?" kata orator, Jumat (21/2/2020).

Gerombolan anak-anak pun turut hadir, mereka membawa bendera Merah Putih maupun poster berisikan nada penolakan korupsi. Mereka juga menyinggung soal isu korupsi PT Asabri, PT Asuransi Jiwasraya dan korupsi triliunan rupiah lainnya yang dianggap telah merugikan masyarakat. Untuk itulah, kelompok-kelompok ini ingin agar perkara-perkara korupsi itu segera diselesaikan karena melihat ada masalah ekonomi dari kasus tersebut.

Di lokasi aksi, belum terlihat pentolan dari ketiga kelompok massa utama. Hanya terlihat Laskar Pembela Islam (LPI) berseragam lengkap dan berjaga di depan kawat berduri.

Hingga saat ini, sebagian massa masih duduk di trotoar sekitar area demonstrasi. Tak lupa mereka merekam dan memotret kegiatan yang berlangsung sekira pukul 13.30 WIB itu. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan pasca-pembacaan lantunan ayat Alquran.


Baca juga artikel terkait DEMO 212 atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Bayu Septianto
DarkLight