Masker Wajah "Bom Nuklir" Kim Jong-un Tuai Kritik di Korea Selatan

Oleh: Yantina Debora - 14 Desember 2018
Masker wajah "bom nuklir" Kim Jong-un sudah terjual 25.000 buah di Korea Selatan.
tirto.id - Presiden Korea Utara Kim Jong-un kembali menjadi sorotan di Korea Selatan. Kali ini bukan urusan politik atau perang statement dengan Presiden AS Donald Trump, melainkan soal masker wajah "bom nuklir" bergambar Kim.

Masker wajah Kim Jong-un itu diklaim mengandung air mineral dari Gunung Paektu, gunung suci yang menjadi tempat kelahiran rezim Kim, menurut propaganda Korea Utara.

Meski demikian, masket bom nuklir yang menawarkan khasiat dapat mencerahkan kulit itu sukses di media sosial. Para pelanggan mem-posting gambar mereka memakai produk kecantikan baru itu.

Mengutip BBC, masker wajah yang diproduksi oleh 5149 itu laku keras di Korea Selatan bahkan telah terjual 25.000 masker sejak Juni lalu.

Namun sejumlah toko di Korea Selatan kini mulai menghentikan penjualan masker Kim Jon-un tersebut menyusul kritik dan kekhawatiran legalitas masker wajah itu.

Seorang pengungsi Korea Utara kepada surat kabar Chosun Ilbo Korea Selatan, mengatakan masker itu ditujukan untuk melunakkan citra rejim represif Kim Jong-un.

"Ini adalah penghinaan terhadap penderitaan warga Korea Utara untuk memperindah seorang diktator yang merepresi dan menyiksa," katanya, dikutip dari ABC.

Dalam wawancara dengan New York Times, 5149 kepala eksekutif Kwak Hyeon-ju mengatakan topeng itu adalah caranya merayakan pertemuan antar-Korea tahun ini.

Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertemu untuk pertama kalinya pada Jumat (27/4/2018) pagi. Keduanya saling menyapa dengan senyum lebar di Panmunjom pada zona demiliterisasi yang memisahkan kedua negara.

Kim Jong-un telah menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menginjakkan kaki di Korea Selatan dengan melintasi garis militer yang telah membagi semenanjung itu sejak akhir Perang Korea pada tahun 1953, demikian dilansir BBC.

Baca juga artikel terkait MASKER WAJAH atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora