Masker Mana yang Lebih Baik Dipakai untuk Cegah Covid-19?

Oleh: Alexander Haryanto - 8 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Meskipun tenaga medis disarankan memakai masker bedah atau N95, tapi sebaiknya tidak dipakai lebih dari 4-5 jam.
tirto.id - Ketua Tim Mitigasi COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. Muhammad Adib Khumaidi tidak merekomendasikan penggunaan masker kain untuk mencegah penyebaran virus corona. Sebab, kata Adib, masker itu tidak berfungsi sebagai filtrasi.

"Kami tidak merekomendasikan masker kain karena fungsi untuk filternya tidak ada. (Kita) harus melihat kondisi di mana kita berada, kalau sebagai tenaga medis memang disarankan N95. Ini pun tidak boleh dipakai terus menerus," ujar Ketua Terpilih PB IDI itu seperti dilansir Antara.

Akan tetapi, kata Adib, sebaiknya masker bedah atau N95 tidak dipakai lebih dari 4-5 jam. Karena lambat laun, fungsi perlindungannya bisa menurun.

Ia menjelaskan, masker berfungsi menghalangi partikel air liur yang keluar dari mulut dan hidung. Menurut dia, partikel air liur itu bisa membawa virus SARS-CoV-2 dari satu orang ke orang lain. Maka daripada itu, Adib mengatakan, menggunakan masker bisa membantu mencegah penularan virus Covid-19.

Selain itu, menurut Scientific American, masker N95 lebih bagus dalam memblokir partikel udara dengan kapasitas 95 persen, termasuk partikel berdiameter tiga persepuluh mikron.

Sementara masker kain, bisa melindungi orang lain dengan menjaga partikel-partikel itu keluar dari udara sekaligus melindungi pemakainya agar tetesan infeksi di udara tidak mencapai hidung atau mulut.

Menurut tinjauan studi dalam jurnal The Lancet pada Juni 2020, masker bedah bisa memblokir lebih sedikit partikel terkecil, namun menawarkan lebih banyak perlindungan bagi pemakainya ketimbang masker kain satu lapis.

Di sisi lain, Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Prof. Dr. Ridwan Amiruddin mengatakan, pada dasarnya, tidak ada salahnya memakai masker kain tiga lapis (dengan tingkat kerapatan benang tinggi).

Dalam beberapa kasus, kata epidemiolog Universitas Hasanuddin itu, masker kain berkualitas lebih tinggi ini bisa menyaring hampir 50 persen partikel halus yang berdiameter kurang dari 1 mikron.

Sementara virus Covid-19 itu sendiri berdiameter sekitar 0,1 mikron. Selain itu, bisa dibawa dalam aerosol yang berukuran lebih kecil dari 5 mikron dan tetesan yang lebih besar.

Menurut Popular Science, memakai masker kain setelah masker bedah mungkin merupakan pilihan terbaik.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight