Masjid Sekayu Semarang: Sejarah Berdiri dan Ciri Khas Arsitektur

Oleh: Yuda Prinada - 26 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Masjid Sekayu sudah ada sejak tahun 1413 M. Artinya, masjid di Kota Semarang tersebut sudah ada sebelum Masjid Agung Demak berdiri.
tirto.id - Masjid Sekayu merupakan salah satu masjid tua yang sudah berdiri sejak abad 15 M, tepatnya pada 1413 M atau tujuh tahun sebelum pendirian Masjid Agung Demak (1420 M).

Masjid ini berasitektur khas Jawa dan letaknya berada di Jalan Sekayu Masjid, RT 5 RW 1, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Berdasarkan catatan di situs Kelurahan Sekayu, masjid ini diklaim sebagai tempat ibadah umat Islam tertua di daerah Jawa Tengah. Hal ini dilihat dari pembangunannya yang telah selesai sebelum Masjid Agung Demak yang pada tahun 1420 M baru berdiri.

Sejarah penamaan Kelurahan Sekayu, tempat di mana Masjid Sekayu berlokasi, diduga tidak dapat dilepaskan dari adanya masjid tua tersebut. Masjid Sekayu, yang kini dinamakan sebagai Masjid At-Taqwa, juga diyakini berada di kawasan cikal bakal Kota Semarang.

Mengutip salah satu ulasan dalam Jurnal Planologi (Vol. 17, No. 1, April 2020) terbitan Unissula, terdapat sumber yang menyebut, bahwa awal mula keberadaan kampung sekayu bermula dari keinginan Sunan Kalijaga menampung kayu-kayu jati di wilayah tersebut, sebelum dikirim untuk pembangunan Masjid Demak.

Maka itu, Masjid Sekayu memiliki 4 pilar besar menyerupai Masjid Agung Demak. Masjid Sekayu diduga merupakan bangunan percobaan sebelum akhirnya kayu-kayu jati dibawa ke Demak.

Dugaan ini diperkuat oleh fakta bahwa pilar-pilar di Masjid Sekayu dan Masjid Agung Demak dibuat dengan jenis kayu yang sama.

Ciri Khas Arsitektur

Menurut catatan situs Sistem Informasi Masjid milik Kementerian Agama, luas tanah dan bangunan Masjid Sekayu adalah 364 meter persegi. Bangunan yang memiliki ciri khas arsitektur Jawa ini punya daya tampung jamaah hingga 650 orang jumlahnya.

Di sekeliling Masjid Sekayu, terdapat beberapa bangunan lama yang mencirikan kekhasan Kota Semarang. Selain itu, tepat di belakang tempat ibadah umat Islam ini ada makam Kyai Syamsudin, ulama utusan Sunan Gunungjati yang singgah di Sekayu. Keberadaan makam ini membuat banyak wisatawan dan peziarah mendatangi Masjid At-Taqwa.

Seperti bangunan sejenis lainnya, Masjid At-Taqwa (Sekayu) dipakai sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ibadah salat 5 waktu, penyambutan hari besar Islam, lokasi pengajian rutin, hingga tempat pengelolaan zakat, infaq, shodaqoh, serta wakaf.

Selain itu, Masjid Sekayu juga digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan seperti TPA, Madrasah, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.

Lalu, Masjid Sekayu dimanfaatkan juga untuk meyelenggarakan kegiatan sosial ekonomi, berupa koperasi masjid.

Baca juga artikel terkait SEJARAH MASJID atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Addi M Idhom
DarkLight