Masa Pandemi, Polri Kembali Aktifkan Pelayanan SIM & Bagikan Beras

Oleh: Adi Briantika - 2 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Polisi kembali membuka layanan SIM bagi publik mulai 2 Juni dan menggelontorkan sekitar 6 ribu ton beras untuk masyarakat dalam masa pandemi COVID-19.
tirto.id - Polisi kembali membuka layanan SIM bagi publik mulai 2 Juni, berdasar Surat Telegram Nomor: ST/1537/V/YAN.1.1./2020 bertanggal 29 Mei 2020, yang ditandatangani Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono.

"Polda dan Polres mulai hari ini membuka kembali pelayanan pembuatan dan perpanjangan SIM," ucap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri Senin (2/6/2020).

Pemilik yang SIM-nya mati dalam periode pandemi Covid-19, maka dapat memperpanjang masa berlaku, tanpa wajib membuat SIM baru.

"Ada dispensasi dari kepolisian hingga 29 Juni, meski SIM telah mati di masa pandemi Corona, tetap dilayani sebagai perpanjangan," sambung Argo.

Perpanjangan ini juga berlaku bagi SIM internasional. Jajaran Samsat juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi setempat perihal pajak.

Argo menegaskan pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan ketika proses pelayanan berlangsung. Hal itu juga diterapkan di posko SIM keliling.

"Kami menyiapkan untuk cuci tangan dan menggunakan masker, jaga jarak juga diberlakukan ketika menunggu atau di antrean. Ada petugas yang mengingatkan masyarakat," jelas dia.

Polri Kembali Bagikan Beras


Tak hanya pelayanan SIM yang mulai dilaksanakan, Polri juga menggelontorkan sekitar 6 ribu ton beras untuk masyarakat dalam masa pandemi. "Polri punya 11 ribu ton cadangan beras yang disimpan di Bulog. Kapolri perintahkan untuk mendistribusikan beras ini. Setiap Polda ada 25 ton dan 10 ton tiap Polres," kata Argo.

Jajaran Polda dan Polres ia katakan akan mendata masyarakat yang membutuhkan bantuan bahan makanan itu. "Artinya yang tidak masuk dalam (program) BLT, JPS, dibantu Bhabinkamtibmas menyisir kembali, sehingga beras bisa tersalurkan," imbuh dia. Sisa 5 ribu ton diperuntukkan untuk cadangan beras bagi Polri.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus Corona dengan tatanan baru yang disebut new normal.

"Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari Covid-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru," kata Yurianto dalam keterangannya di Graha BNPB, Kamis (28/5/2020).

Menurut Yuri, tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat inilah yang kemudian disebut sebagai kelaziman baru.

Infografik Responsif
Infografik Langkkah Jokowi Menuju New Normal. tirto.id/Sabit



Baca juga artikel terkait PANDEMI COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri
DarkLight