Menuju konten utama
Liga Italia

Marco Giampaolo TIdak Sabar Jalani Musim Depan Bersama AC Milan

Pelatih anyar AC Milan, Marco Giampaolo, mengaku bekerja sangat keras untuk mendapatkan kesempatan melatih Rossoneri.

Marco Giampaolo TIdak Sabar Jalani Musim Depan Bersama AC Milan
Pemain AC Milan Argentina Gonzalo Higuain, kedua kanan, merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak gol pertama tim mereka melawan Real Madrid selama pertandingan sepak bola trofi Santiago Bernabeu antara Real Madrid dan AC Milan di stadion Santiago Bernabeu, di Madrid, Sabtu, 11 Agustus 2018 . (AP Photo / Andrea Comas)

tirto.id - Marco Giampaolo, mengaku tidak sabar menjalani musim depan bersama klub barunya, AC Milan. Giampaolo datang dari Sampdoria menggantikan Gennaro Gattuso. Pelatih berusia 51 tahun itu dikontrak hingga tahun 2021 dengan opsi perpanjangan satu musim.

“Saya bekerja sangat keras untuk mendapatkan kesempatan ini. Milan adalah yang paling sukses dan salah satu klub paling penting di Eropa. Ini adalah kesempatan besar bagi saya, saya bahagia dan termotivasi," tutur Giampaolo melansir laman resmi Rossoneri.

“Ini merupakan perjalanan yang panjang, dan akan terus demikian, karena tidak pernah berakhir, Anda tidak pernah berhenti membangun ide dan proyek. Saat ini, saya sangat senang memulai di klub besar ini dan saya sangat termotivasi. Saya harus mengatakan bahwa saya sudah banyak beristirahat dan sekarang tidak sabar untuk memulai! "

Pelatih kelahiran Swiss tersebut memulai karier kepelatihannya saat menangani Ascoli pada 2004-2006 dan paling lama bersama Il Samp selama tiga musim. Bersama Sampdoria, Giampaolo menjadikan Fabio Quagliarella sebagai top skor Serie A 2018/2019 dan finis di peringkat 9.

Namun catatan kemenangannya sebagai pelatih tidak terlalu istimewa, bahkan bisa dikatakn buruk. Giampaolo hanya mencatat 39.84% persentase kemenangan dari total 123 laga menangani Sampdoria serta hanya 28.57% saat menahkodai Brescia semusim (2013/2014). Catatannya di Empoli (30.77%) dan Cremonese (37.04%) juga terbilang buruk.

"Di awal karir saya, saya sering kalah dari AC Milan, tetapi baru-baru ini meraih beberapa kemenangan, mungkin karena saya bertanggung jawab atas tim yang lebih kompetitif," ucap Giampaolo.

"Bermain di San Siro selalu menjadi momen yang menyenangkan. Saya menganggapnya sebagai stadion paling menarik di Italia."

Gaya bermain Giampaolo sering mengandalkan possesion ball tinggi. Dari catatan whoscored, Sampdoria arahan Giampaolo musim lalu menjadi tim dengan rerata tertinggi (28%) yang sering menguasai bola di tengah lapangan. Rata-rata penguasaan bola per laga (53.7%) mereka pun hanya kalah dari tim empat besar. Selain itu, mereka menjadi tidak pernah kemasukan gol bunuh diri dari 38 pertandingan.

Baca juga artikel terkait LIGA ITALIA atau tulisan lainnya dari Gilang Ramadhan

tirto.id - Olahraga
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Ibnu Azis