Mantan Presiden Peru Alan Garcia Bunuh Diri Saat akan Ditangkap

Oleh: Yantina Debora - 18 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Mantan Presiden Peru yang terseret skandal korupsi miliaran dolar AS tewas usai menembak kepalanya.
tirto.id - Mantan presiden Peru, Alan Garcia meninggal setelah menembak kepalanya. Hal itu ia lakukan saat polisi mencoba menangkapnya terkait tuduhan skandal korupsi bernilai miliaran dolar AS pada Rabu (17/4/2019).

“Saya sedih dengan kematian mantan presiden Alan Garcia,” cuit Martin Vizcarra, presiden saat ini, membenarkann berita kematian mantan presiden peru.

“Saya mengirimkan belasungkawa kepada keluarganya dan orang-orang terkasih,” dilansir dari The Guardian.

Pengacara Garcia, Erasmo Reyna, mengatakan kliennya mengambil keputusan untuk menembak dirinya sendiri setelah petugas yang hendak membawanya ke tahanan tiba di rumahnya.

Menurut Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Moran, Garcia mengatakan kepada polisi bahwa dia akan memanggil pengacaranya dan mengunci diri di kamarnya. Lalu terdengar suara tembakan.

Usai upaya bunuh diri itu, politikus yang berusia 69 tahun tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat pada pukul 06.45 waktu setempat.

Sebelum kematiannya dikonfirmasi, menteri kesehatan Peru, Zulema Thomas, mengatakan bahwa Garcia dalam kondisi “sangat serius” dan dia juga menderita tiga serangan jantung yang membuatnya tak sadarkan diri.

Sebuah tim medis yang beranggotakan 27 orang pun dikerahkan, termasuk ahli bedah saraf dan spesialis perawatan intensif, berjuang untuk menyelamatkan nyawa mantan presiden itu.

“Ini adalah hari kesedihan nasional,” ungkap seorang anggota Kongres sayap kiri, Alberto Quintanilla, mengatakan kepada televisi lokal setelah kematian Garcia dikonfirmasi.

“Peru sedang berduka. Sistem politik kami sedang berkabung dan kami...mengekspresikan solidaritas dengan keuarga... apa yang terjadi sangat disesalkan.”

García adalah satu dari empat mantan presiden Peru yang terseret ke dalam skandal Odebrecht - kasus suap jutaan dolar dibayarkan untuk mengamankan kontrak konstruksi di seluruh wilayah - bersama Pedro Pablo Kuczynski, Ollanta Humala dan Alejandro Toledo.

Penangkapan Garcia dilakukan setelah penyelidikan yang mengungkapkan sekretaris pribadinya, Luis Nava, diduga menerima suap 4 juta dolar AS dari departemen Odebrecht.

Dalam sebuah wawancara pada hari Selasa, Garcia mengatakan bahwa ia dengan tegas menolak tuduhan terhadapnya yang ia sebut sebagai spekulasi dan pembunuhan moral.

Dilansir dari Aljazeera, Garcia memerintah Peru dari 1985 hingga 1990 dan kembali memerintah selama lima tahun dari 2006-2011.

Mantan presiden Ekuador Rafael Correa dalam cuitannya mengatakan "Bunuh dirinya, pada kenyataannya, adalah pembunuhan ... Semoga pengorbanannya membantu kita memahami bahwa harus ada batas untuk perjuangan politik."

Baca juga artikel terkait BUNUH DIRI atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight