Menuju konten utama

Manchester City Terkena Sanksi UEFA Tak Bisa Ikut Liga Champions

Manchester City mendapat sanksi larangan tampil di kompetisi Eropa setelah tim hukum CFCB menyatakan pihak klub itu merekayasa laporan keuangan klub.

Manchester City Terkena Sanksi UEFA Tak Bisa Ikut Liga Champions
Pemain Manchester City merayakan juara Liga Inggris musim 2018/2019 di American Express Community Stadium, Brighton, Minggu (12/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville/pras.


tirto.id - Manchester City mendapat sanksi larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim berturut-turut yang mulai berlaku musim depan. Hal ini terjadi setelah tim hukum Club Financial Control Body (CFCB), menyatakan bahwa pihak Manchester City merekayasa laporan keuangan klub antara tahun 2012 dan 2016.

Rekayasa keuangan yang dilakukan oleh Manchester City salah satunya adalah menggelembungkan dana sponsor, untuk membuat laporan keuangan klub supaya tidak melanggar Financial Fair Play (FFP) yang ditetapkan oleh UEFA. Dan berdasarkan investigasi yang dilakukan UEFA, juara Liga Inggris 2018/2019 dinyatakan bersalah.

Klub milik Khaldoon Al Mubarak, ini diwajibkan membayar denda sebesar 30 juta Euro oleh UEFA. Mereka juga terancam mendapat pengurangan poin di kompetisi domestik (dalam hal ini Premier League). Keputusan itu diambil berdasarkan penyelidikan yang dilakukan UEFA sejak Desember 2018.

Namun, pihak Manchester City tak menerima begitu saja vonis yang diberikan oleh UEFA tersebut. Dilansir dari BBC manajemen The Citizens bakal melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport atau CAS).

Pihak Manchester City melalui pernyataan yang diterbitkan di situs web resmi klub, mengklaim bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh UEFA cacat prosedur. Pasalnya, tidak ada pihak lain yang dilibatkan oleh UEFA.

"Proses yang dilakukan oleh UEFA cacat dan [hasilnya] bocor [sebelum diumumkan] berarti ada sedikit keraguan dalam hasil yang mereka berikan. Ini adalah kasus yang diprakarsai oleh UEFA, dituntut oleh UEFA dan diadili oleh UEFA," tulis pernyataan Manchester City di situs web resmi klub.

"Dengan proses penyelidikan ini sekarang selesai, klub akan melakukan banding secepat mungkin. Tahap pertama yang akan kami lakukan adalah melaporkannya ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga," lanjut pernyataan yang sama.

Bersamaan dengan proses banding yang bakal ditempuh oleh klub, tim besutan Pep Guardiola, bakal tetap mempersiapkan diri untuk menjalani babak 16 besar Liga Champions. Meski dilarang untuk mengikuti kompetisi Eropa selama dua musim yakni musim 2020/2021, dan 2021/2022, The Citizens tetap diizinkan untuk menyelesaikan perjuangannya di Liga Champions musim ini.

Sergio Aguero dan kolega, akan berhadapan dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu, pada leg pertama babak 16 Liga Champions pada 26 Februari 2020. Setelah itu, mereka bakal gantian menjamu El Real di Stadion Etihad pada 18 Maret 2020.

Jika banding yang dilakukan oleh Manchester City gagal, maka Liga Champions 2019/2020 bisa menjadi kesempatan terakhir Pep Guardiola membawa The Citizens juara Liga Champions. Belakangan, pelatih asal Spanyol itu dikabarkan bakal meninggalkan klub yang bermarkas di Stadion Etihad tersebut.

Baca juga artikel terkait LIGA CHAMPIONS atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Alexander Haryanto