Menuju konten utama

Manajemen Borobudur: Jangan Lakukan Aksi di Area Wisata

Pihak pengelola Candi Borobudur berharap aksi solidaritas untuk Rohingya yang kabarnya akan dilakukan di Bodobudur, tidak dilakukan di area wisata.

Manajemen Borobudur: Jangan Lakukan Aksi di Area Wisata
Ratusan payung warna-warni menghiasi jalan menuju candi Borobudur kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/6). ANTARA FOTO/Anis Efizudin

tirto.id - Sekretaris PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Achmad Muchlis meminta agar aksi solidaritas untuk Rohingya tidak dilakukan di area wisata Candi Borobudur.

"Mudah-mudahan kami berharap [aksi] tidak dilakukan di Candi Borobudur itu sendiri karena kan, selain itu objek vital kami juga tidak ingin aksi tersebut ada yang menunggangi, terus terang kami juga tidak ingin terlibat yang seperti itu kan," kata Achmad saat dihubungi Tirto pada Senin (4/9/2017).

Jika aksi solidaritas tersebut akan dilakukan, Achmad meminta agar dilakukan di area yang cukup jauh dari Borobudur, seperti Mungkid atau di tempat-tempat terbuka lain yang menjauhi area wisata.

Berdasarkan pantauan reporter Tirto, aksi solidaritas untuk Rohingya yang rencananya akan dilakukan di Borobudur itu beredar di media sosial. Dalam pesan tersebut tertulis nama-nama organisasi yang akan melakukan aksi.

Terkait hal ini, Achmad mengaku pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak yang akan melakukan aksi tersebut.

"Pemberitahuannya belum ke tempat saya, mungkin karena Borobudur objek vital, jadi sesuai undang-undang harus melakukan pemberitahuan ke keamanan, yaitu Polri. Sementara ini saya tahunya itu masih rencana jadi mungkin belum diproses izin keamanan dan sebagainya," kata Achmad.

Ia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan jika aksi itu akan dilakukan. "Kami sudah melakukan itu, tentu saja karena candi kan objek vital jadi segala sesuatunya ada yang mengatur, enggak sembarangan," katanya.

Sepengetahuan Achmad, saat ini organisasi yang akan melakukan aksi sedang rapat terkait rencana gerakan solidaritas untuk Rohingya itu. "Kalau dilihat itu kan mereka baru rapat, baru rencana, mungkin malam ini dari rapat itu baru bisa ada hasilnya bagaimana," kata Achmad.

Ia berharap agar aksi yang dilakukan adalah aksi damai tanpa ditunggangi pihak-pihak tertentu dan pesan perdamaian bisa tersampaikan.

Sementara itu, Banser NU yang disebut-sebut turut dalam aksi membantah kabar tersebut.

"Tidak benar Banser NU berencana ikut aksi. Cukup berdoa, galang bantuan untuk Rohingnya bersama Pemerintah RI dan mendesak PBB dan Pemerintah Myanmar agar menghentikan kekerasan dan membangun perdamaian," kata Banser NU Yogyakarta, Beny Susanto saat dihubungi Tirto pada Senin (4/9/2017).

Baca juga artikel terkait ROHINGYA atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra