Mahfud MD: Pelanggaran Kampanye Pilkada Tak Picu Klaster COVID-19

Oleh: Haris Prabowo - 5 Desember 2020
Dibaca Normal 1 menit
Mahfud MD mengklaim pelanggaran protokol kesehatan saat kampanye Pilkada 2020 tidak menghasilkan klaster COVID-19.
tirto.id - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD, mengatakan hingga hari terakhir masa kampanye, hari ini (5/12/2020), telah terjadi 1.520 kasus pelanggaran, atau sebesar 2,2 persen dari 75.000 kegiatan. Mahfud bilang pelanggaran yang terjadi masih dalam skala kecil dan tidak menimbulkan klaster baru COVID-19.

“Semuanya berjalan dengan baik, pelanggaran yang kecil-kecil sudah diperingatkan. Ada yang sampai masuk ke ranah pidana, sebanyak 16 kasus. Karena sesudah diperingatkan masih melanggar lagi, peringatan kedua masih melanggar lagi, akhirnya masuk ke pidana. Ada 16 kasus tetapi kecil-kecil, oleh sebab itu tidak pernah menjadi perhatian publik,“ kata dia lewat keterangan pers yang diterima wartawan Tirto, Sabtu pagi.

Ia lantas memperingati, semua pasangan calon yang akan berlaga harus tetap mematuhi protokol kesehatan di hari terakhir masa kampanye, hari ini. Sanksi menanti jika melanggar. “Sanksi masih tetap menanti kalau Anda pada hari terakhir ini melakukan pelanggaran,” kata Mahfud.

“Biasanya di hari terakhir emosi ditumpahkan sekaligus. Lalu bikin kerumunan dan sebagainya. Tolong dijaga,” katanya, “Mari kita tutup masa kampanye ini, hari ini, sampai sore nanti silahkan, sampai sore tanggal 5 ini, silahkan berkampanye, sesudah itu, masuk ke hari tenang. Selamat kampanye hari terakhir.”

Ia lantas mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memutar roda pelaksanaan pilkada. “Dan saya bergembira karena berdasarkan laporan-laporan dari lapangan, baik dari kepolisian maupun dari Bawaslu dan KPU, pelaksanaan kampanye selama 71 hari sampai dengan hari ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Hari pencoblosan akan digelar pada 9 Desember nanti. Sebelum hari itu, pandemi COVID-19 terus meningkat. Tercatat ada 5.828 kasus baru pada 27 November. Itu merupakan yang tertinggi sejak pandemi melanda Indonesia pada awal Maret lalu. Rekor itu hanya bertahan dua hari dengan penambahan 6.267 kasus baru pada 29 November. Tanggal 3 Desember, rekor pecah lagi dengan 8.369 kasus baru.

Melihat fakta ini banyak yang mau Pilkada 2020 ditunda saja. Namun pemerintah tetap jalan terus. Mereka bahkan memastikan bakal memfasilitas orang-orang yang tengah diisolasi karena COVID-19, yang bakal membahayakan nyawa para petugas.



Baca juga artikel terkait PILKADA 2020 atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Rio Apinino
DarkLight