Willem Rampangilei

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
LahirSurabaya, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1955
Profesi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Karier
  • Kepala Dinas Hidrografi dan Oseanografi (Kadishidros) Mabesal
  • Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado dan Kalimantan Timur
  • Deputi 1 Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Pendidikan
  • AIP Jakarta
  • Sepawamil
  • MPB III (1980)
  • MPB I (1985)
  • Kursus Koordinasi bantuan tembakan (Korbantem)
  • JSSC Seskogab Australia
  • Lemhanas RI

Willem Rampangilei adalah Kepala Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB). Willem menggantikan posisi Syamsul Ma'arif yang telah menjabat sejak tahun 2008. Willem Rampangilei dilantik secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 7 September 2015 lalu.

Sebelum menjabat sebagai Kepala BNPB, Willem menjabat sebagai Deputi 1 Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang membidangi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial. Ia juga tercatat pernah menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Manado. Willem memang mengawali karirnya di TNI Angkatan Laut (AL) pada tahun 1980.

Dalam perjalanan karirnya, ia beberapa kali mendapat penugasan di Kapal Perang Republik Indonesia diantaranya, Pelaksa KRI Pulau Rengat, Komandan KRI Pulau Rani, dan Komandan Satuan Ranjau Koarmatim.

Salah satu keberhasilan dirinya adalah ketika ia sukses menggelar Sail Bunaken yang pertama pada tahun 2009 dimana saat itu dirinya menjabat sebagai DanLantamal VII Manado sekaligus menjadi Ketua Bidang Umum Sail Bunaken. Ia dianggap sebagai tokoh yang berjasa dalam memperkenakan Sail Bunaken dan Manado kepada dunia Internasional.

Ia juga pernah menjadi pembicara dalam World Economic Forum pada tahun 2013 lalu. Willem memang mencatatkan jejak internasional yang cukup baik. Ia pernah berpartisipasi dalam berbagai pelatihan angkatan laut bersama beberapa negara tetangga dan pernah ditugaskan sebagai juru bicara darurat militer Timor-Timur pada tahun 2009. Dan pada tahun 2003 hingga 2007, Willem menjabat sebagai penasehat militer Indonesia di PBB dan terpilih sebagai dekan dari UN Military and Policy Adviser.