Tubagus Hasanuddin

LahirMajalengka, Jawa Barat, Indonesia, 8 September 1952
Profesi
Karier
  • Instruktur AKABRI Magelang (1983-1985)
  • Komandan Peleton Batalyon KODAM Siliwangi (1974-1983)
  • Pengajar SESKOAD Bandung (1989-1991)
  • Sekretaris Militer Presiden Kepresidenan Republik Indonesia (2001-2005)
  • Wakil Ketua Komisi I DPR RI (2009-2016)
Pendidikan
  • Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Magelang (1971-1974)
  • SESKOAD Bandung

Tubagus Hasanuddin alias TB Hasanuddin anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dia pernah menjadi Wakil Ketua Komisi Komisi I (Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika) di sejak 2009 hingga 2014. Periode berikutnya dia tetap di Komisi I lagi.

TB Hasanuddin adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Di Maret 2016, TB Hasanuddin diusung oleh PDI Perjuangan sebagai calon Gubernur Jawa Barat pada Pilkada Jawa Barat di 2018. TB juga ikut mengkritisi rencana pemerintah memberikan amnesti terhadap kelompok bersenjata di Aceh Nurdin bin Ismail Amat alias Din Minimi.

Sebelum jadi anggota DPR di PDIP, TB adalah seorang militer. Pangkat terakhirnya Mayor Jenderal. Ketika masih aktif di militer, dia pernah menjadi sekretaris militer Presiden di masa Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarno. Di awal karir militernya, setelah lulus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Magelang 1975, dia ditempatkan di Batalyon di KODAM Siliwangi Jawa Barat. Lalu pernah menjadi instruktur dan pengajar militer. Pernah juga dia dikirim ke Irak. Di masa Tri Sutrisno dan Habibie jadi Wakil Presiden, TB pernah jadi ajudan.

Antara 2005 hingga 2009, TB diparkir di Markas Besar Angkatan Darat. Hingga akhirnya dia masuk PDIP. Di PDIP TB menjabat Ketua DPD PDIP Jawa Barat sejak 2012. Melalui PDIP, TB kemudian masuk DPR.