Tubagus Ace Hasan Syadzily

Anggota DPR-RI Komisi II
Lahir: Pandeglang, Banten, Indonesia, 19 September 1976
Karir
  • Anggota DPR-RI Komisi II
Pendidikan
  • S3 Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Bandung

Tubagus Ace Hasan Syadzily adalah seorang politisi asal Indonesia. Ia dilahirkan di Pandeglang, Banten, 19 September 1976. Sejak 2014, ia telah menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi II.

Ace, sapaan akrabnya, juga merupakan kader Partai Golongan Karya (Golkar) yang mewakili Dapil Banten I. Ia mengawali kariernya sebagai dosen di UIN Jakarta (2001-2008) dan menjadi peneliti di Indonesian Institute of Civil Society (INCIS). 

Pada 2009, Ace bergabung di Partai Golkar dan menjadi tenaga ahli di DPR-RI (2009-2012). Empat tahun kemudian, tahun 2013, Ace dilantik sebagai anggota DPR-RI Pergantian Antar Waktu (PAW) pada periode 2009-2014 menggantikan Mamat Rahayu Abdullah.

Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, Ace sempat maju menjadi calon legislatif namun tidak terpilih. Meski begitu, pada Januari 2016 ia dilantik kembali menjadi PAW Anggota DPR-RI menggantikan Andika Hazrumy yang mengundurkan diri karena mencalonkan dirinya sebagai Calon Gubernur Banten pada Pilkada Serentak 2017.

Awal November 2017, Ace sebagai Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar menyatakan mendukung pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan uji materi Pasal 61 ayat (1), (2), dan Pasal 64 ayat (1), (2) UU Nomor 23 Tahun 2006 dalam Undang-Undang Administrasi Penduduk (Adminduk)

Bagi Ace, putusan MK yang memperbolehkan penghayat kepercayaan ditulis di kolom agama KTP merupakan bentuk pengakuan negara pada penghayat kepercayaan yang harus segera direalisasikan.

Sumber riset: http://wikidpr.org/anggota/58749d210792e6ca13000052 https://tirto.id/komisi-ii-dukung-mendagri-cantumkan-aliran-kepercayaan-di-e-ktp-czNx

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 312 sentiment publik
77%
5%
18%
Oktober 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 760 sentiment publik
81%
4%
15%
DarkLight