Tomy Winata

Pemilik Danayasa Arthatama (1989 - 2016)
LahirPontianak, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia, 23 Juli 1958
ProfesiPemilik Danayasa Arthatama (1989 - 2016)
Karier
  • Pemilik Artha Graha (1988-2016)
  • Pemilik Danayasa Arthatama (1989-2016)
Pendidikan
  • Sekolah Menengah Pertama (1969-1972)

52. Tomy Winata adalah pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa. Nama Tionghoa-nya, Oe Suat Hong. Dia pemilik Grup Artha Graha atau Artha Graha Network. Usahanya meliputi bidang perbankan, properti dan infrastruktur. Tomy juga punya yayasan sosial bernama Artha Graha Peduli. tomyberasal dari keluarga miskin. Tahun 1972, ketika baru 15 tahun dia dikenalkan pada pejabat militer di Singkawang. Setelah perkenalan itu, tomydapat proyek membangun kantor Koramil di Singkawang. Selain itu, tomyjuga menjadi penyalur barang ke tangsi-tangsi tentara di Indonesia. Dia pernah dapat proyek dari militer di Papua, Makassar dan Ambon. Di Papua dia berkenalan dengan Yorrys Raweyai. Dia dianggap dekat dengan Letnan Jenderal Purnawirawan Tiopan Bernard Silalahi dan Jenderal Edy Sudrajat. Tomy dikenal sebagai sosok yang dekat dengan militer. Beberapa Jenderal akrab dengannya. Pada tahun 1988, Tomy bersama Yayasan Kartika Eka Paksi (Angkatan Darat) menyelamatkan sebuah Bank Propelat, yang semula dimiliki Yayasan Siliwangi. Asetnya hanya Rp 8 miliar. Namanya kemudian diubah menjadi Bank Atha Graha. Dalam waktu 1,5 tahun Bank itu sehat kembali. Di masa krisis ekonomi 1998, tomyjuga menyelamatkan Arta Pusara yang kemudian diganti menjadi Artha Pratama. Pada tahun 1989, Tomy mendirikan PT Danayasa Arthatama. Tomy ikut serta dalam proyek raksasa kawasan bisnis Sudirman Central Business District (SCBD) seluas 45 hektare yang terletak di jantung DKI Jakarta. Tahun 2003, Tomy mengambil alih PT Bank Inter-Pacific. Tahun tahun setelahnya, 2005, Bank Inter-Pacific melalui Pasar Modal mengambil alih Bank Artha Graha. Selanjutnya, namanya menjadi Bank Artha Graha Internasional. Melalui PT Jakarta Internasional Hotels and Development, Tomy memiliki saham di Hotel Borobudur.