Thomas Trikasih Lembong

LahirJakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 4 Maret 1971
Profesi
Karier
  • Menteri Perdagangan RI
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Pendidikan
  • SD Regina Pacis Jakarta
  • SMP Regina Pacis Jakarta
  • Arsitektur dan Tota kota Universitas Harvard

Pria bernama lengkap Thomas Trikasih Lembong mulai dikenal publik sejak ia diangkat menjadi Menteri Perdagangan RI, menggantikan Rahmat Gobel. Tom Lembong, sapaan akrabnya, juga dikenal sebagai pemilik bisnis bioskop Blitz Megaplex. Belasan tahun sebelumnya, ia dikenal sebagai orang yang bertanggung jawab mengelola aset para obligor BLBI di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Lahir di Jakarta pada 4 Maret 1971, Tom adalah anak pasangan Dr. T Yohanes Lembong dan Yetty Lembong. Tom pernah mengenyam pendidikan dasar di Jerman pada 1974 – 10981 ketika ayahnya sedang melanjutkan studi. Pulang ke Jakarta, Tom pun meneruskan sekolah di SD dan SMP Regina Pacis, Jakarta. Sementara itu ketika SMA, Tom pindah ke Boston, Amerika Serikat. Dia kemudian memerperoleh gelar Bachelor of Arts di bidang Arsitektur dan Tata Kota ketika lulus dari Universitas Harvard pada tahun 2008.

Pria yang juga fasih berbahasa Jerman ini mengawali kariernya sebagai birokrat pertama kali pada akhir 1998 di BPPN sebagai Kepala Divisi Asset Management Investment (AMI). Menjabat selama 2 tahun, nama Tom Lembong menjadi sorotan media ketika restrukturasi aset Sina Mas era tahun 2001. Kala itu, BPPN mulanya sepakat untuk menalangi utang Kelompok Sinar Mas kepada BII bila pembayarannya macet. Grup Sinar Mas rupanya benar-benar tidak bisa melunasi utangnya. Namun, Tom yakin BPPN akan tetap membayari utang tersebut. Menurutnya, BPPN punya banyak cara untuk membayar, bisa dengan uang tunai, obligasi, atau aset lancar yang ada di BPPN.

Setelah BPPN dibubarkan, Tom kemudian berkarier di Deutsche Bank, Morgan Stanley, dan Farindo Investments. Bersama tim Farindo Investments, Tom melakukan sejumlah investasi untuk mengakuisisi 51 persen saham bank BCA senilai 571 juta dolar AS. Hasilnya, investasi yang didesain cermat dan kreatif ini mengantar BCA menjadi satu-satunya bank swasta besar yang mayoritas sahamnyamasih dimiliki oleh perusahaan Indonesia.

Selain itu, investasi lain yang berpengaruh besar dalam karier Tom mengemuka ketika ia mendirikan Quvat Management. Salah satu investasi Quvat yang cukup dikenal adalah pendirian perusahaan bioskop Blitz. Hadirnya Blitz di tangan Tom melahirkan persaingan dengan Cineplex 21 yang membawa manfaat luar biasa bagi konsumen. Laju pertumbuhan bioskop mulai berkembang sekitar 20% per tahun.

Pada Hari Konsumen Nasional yang dihelat April lalu, Tom sebagai Menteri Perdagangan menganjurkan agar konsumen Indonesia harus cerdas dalam memilih barang dan jasa. Ia memaparkan, konsumen harus meninggalkan pola konsumsi dari dari yang sekadar menerima seadanya. Untuk itu, konsumen sebaiknya maksimal dalam menentukan kualitas barang dan jasa yang dibeli. Selain kesibukannya sebagai menteri, Tom hingga saat ini kerap menjadi pembicara pada berbagai konferensi investasi dan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Saat ini Thomas Lembong menjabat sebagai Menteri