Syarifuddin

Wakil Ketua Bidang Yudisial Mahkamah Agung RI (2016-2021)
Lahir: Batu Raja, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Indonesia, 17 Oktober 1954
Karir
  • Calon Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh (1981-1984)
  • Hakim Pengadilan Negeri Kutacene (1984-1991)
  • Hakim Pengadilan Negeri Lubuk Linggau (1991-1995)
  • Wakil Ketua Pengadilan Negeri Muara Bulian (1995-1997)
  • Ketua Pengadilan Negeri Padang Pariaman (1997-1999)
  • Ketua Pengadilan Negeri Baturaja (1999-2003)
  • Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (2003-2005)
  • Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung (2005-2006)
  • Ketua Pengadilan Negeri Bandung (2006-2011)
  • Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Palembang (2011-2013)
  • Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI (2011-2013)
  • Plt. Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI (2011-2013)
  • Hakim Agung Mahkamah Agung RI (2013-2015)
  • Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung RI (2015-2016)
  • Wakil Ketua Bidang Yudisial Mahkamah Agung RI (2016-2021)
Pendidikan
  • Sarjana Hukum, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
  • Doktor Hukum, Universitas Parahyangan, Bandung

Syarifuddin terpilih sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial yang baru, periode 2016 – 2021, menggantikan Mohammad Saleh yang memasuki masa purnabakti pada 1 Mei 2016. Proses pemilihan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial berlangsung dalam sidang paripurna khusus yang dipimpin oleh Ketua Mahkaman Agung. Syarifuddin unggul dengan perolehan 28 suara atas Andi Samsan Nganro yang memperoleh 18 suara.

Bekerja di bidang hukum telah menjadi pilihan awal pria kelahiran Baturaja pada 17 Oktober 1954 ini. Setelah menamatkan pendidikan menengah, Syarifuddin hijrah ke Yogyakarta untuk meneruskan studinya. Ia kemudian tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Semasa kuliah, ia pernah menjadi mahasiswa terbaik se-Fakultas Hukum hingga akhirnya menjadi wisudawan terbaik UII ketika lulus.

Masih berstatus sebagai sarjana muda, Syarifuddin sempat bekerja sebagai pustakawan di UIN Yogyakarta. Pekerjaan itu ia lakoni sebentar. Belum juga ijazahnya keluar, ia mendaftar calon hakim yang kala itu sedang dibuka. Meski hanya berbekal ijazah sementara, Syarifuddin dinyatakan lulus dan ditempatkan di Aceh.

Karier Syarifuddin terhitung cemerlang dan cepat melesat. Di Banda Aceh, ia mengawali kariernya sebagai calon hakim Pengadilan Negeri (PN) pada 1981. Tiga tahun setelahnya, ia diangkat menjadi hakim dan ditempatkan di PN Kutacene. Pekerjaannya di Kutacene bertahan selama tujuh tahun hingga Syarifuddin dimutasi ke PN Lubuk Linggau.

Pada tahun 1995, anak ketiga dari enam bersaudara ini kemudian didaulat menjadi Wakil Ketua PN Muara Bulian, Jambi. Setelah diangkat sebagai Ketua PN Padang Pariaman, Syarifuddin akhirnya pulang ke kampung halaman. Ia ditunjuk sebagai Ketua PN Baturaja pada tahun 1999.

Rekam jejaknya yang prima, membawa Syarifuddin melangkah ke ibu kota. Ia ditempatkan sebagai hakim di PN Jakarta Selatan. Berselang dua tahun setelahnya, ia lantas mendapat promosi jabatan sebagai Wakil Ketua PN Bandung periode 2005 – 2006. Setelahnya, di institusi yang sama ia kemudian didaulat menjadi Ketua hingga tahun 2011.

Setelah menjadi Ketua PN Bandung, peluang karier Syarifuddin kian terbuka lebar. Kembali ke kampung halamannya, pada tahun 2011 ia diberi amanat menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Palembang pada. Di tahun itu pula, penyandang gelar Doktor Hukum dari Universitas Katolik Parahyangan ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI.  Ketika masih menduduki jabatan tersebut, Syarifuddin juga pernah menjadi Plt. Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung.

Jabatan eselon I itu diembannya sampai dengan terpilih sebagai Hakim Agung. Pada 23 Januari 2013, Komisi III DPR RI menetapkannya sebagai Hakim Agung bersama tujuh kolega lainnya. Pelantikannya sebagai Hakim Agung dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung pada 11 Maret 2013

Selepas itu, Syarifuddin sempat menduduki posisi Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung selama dua tahun. Ia dilantik pada 28 Mei 2015. Satu tahun berikutnya, setelah melalui proses pemilihan demokratis di Mahkamah Agung, Syarifuddin resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial.

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
Desember 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 26 sentiment publik
77%
4%
19%
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 17 sentiment publik
65%
11%
24%
DarkLight