Syafruddin Arsyad Temenggung

LahirPalembang, Sumatera Selatan, Indonesia, 9 Agustus 1959
Profesi
Karier
  • Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
Pendidikan
  • Planologi Institut Teknologi Bandung

Syafruddin Arsyad Temenggung merupakan mantan mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Saat itu dia menggeser dua nama besar sebagai calon ketua BPPN yaitu Arif Arryman dan Arwin Rasyid. Nama Syafruddin mulai dikenal saat dia menjabat sekretaris KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan). Dia mulai mejadi pekerja pemerintahan di Departemen Pekerjaan Umum. Dia melanjutkan pendidikan pembangunan perkotaan di University College, London, kemudian meraih master perencanaan kota dari Universitas Cornell, New York. Di Cornell dan meraih gelar doktor bidang ekonomi wilayah dan ekonomi pembangunan.

25 April 2017, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Penyidik KPK menemukan bukti permulaan cukup mengenai dugaan korupsi di pemberian Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham dalam hal ini Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada Sjamsul Nursalim, pemegang saham atau pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI). Pada 24 September 2018, dia dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dan divonis 13 tahun penjara.