Sutoyo Siswomiharjo

LahirKebumen, Jawa Tengah, Indonesia, 28 Agustus 1922
Profesi
Karier
  • Mayor Jenderal TNI Angkatan Darat

Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo merupakan salah satu Pahlawan Revolusi yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September.

Karier militer Sutoyo dimulai saat bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) setelah Indonesia merdeka pada 1945. Setahun kemudian, Sutoyo diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Soebroto, komandan Polisi Militer. Kariernya di Polisi Militer semakin menanjak, hingga pada 1954, Sutoyo diangkat menjadi staf di Markas Besar Polisi Militer.

Sutoyo sempat menjadi asisten atase militer di kedutaan besar Indonesia di London.

Tahun 1959 hingga 1960, Sutoyo mengikuti pelatihan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat. Tahun 1961, dia diangkat menjadi inspektur kehakiman.

Pada 1 Oktober 1965, Sutoyo dijemput di rumahnya oleh Sersan Mayor Surono dan dibawa ke Lubang Buaya. Sutoyo dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke dalam sumur. Tanggal 4 Oktober 1965 mayatnya ditemukan bersama korban lainnya. Setelah kematiannya, Sutoyo dipromosikan menjadi Mayor Jenderal dan menjadi Pahlawan Revolusi secara anumerta.