Siswono Yudo Husodo

Menteri Transmigrasi dan PPH Kabinet Pembangunan VI Pemerintahan (1993-1998)
Lahir: Long Iram Ilir, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Indonesia, 7 April 1943
Karir
  • Menteri Negara Perumahan Rakyat Kabinet Pembangunan V Pemerintahan (1988-1993)
  • Direktur Utama PT Bangun Tjipta Sarana (1969-1988)
  • Menteri Transmigrasi dan PPH Kabinet Pembangunan VI Pemerintahan (1993-1998)

Siswono Yudo Husodo merupakan seorang teknokrat, pebisnis, sekaligus politisi. Meski lulus dari Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (1968), Siswono ternyata lebih sukses sebagai pengusaha. Kariernya kemudian berlanjut menjadi seorang politisi.


Bisnis yang digeluti Siswono memang masih sesuai dengan latar belakang pendidikannya yakni sektor properti dan konstruksi. Dengan modal awal sebanyak Rp 7,5 juta, di tahun 1969, ia mendirikan PT Bangun Citra Sarana. Sebuah perusahaan kecil-kecilan yang juga bersedia menggarap proyek kecil-kecilan seperti membangun pagar rumah, renovasi rumah, atau memperbaiki kamar mandi.

Dalam menjalankan usahanya, Siswono tak sendirian. Ia mengajak tiga temannya yang sesama lulusan ITB. Karena tak memiliki modal yang cukup untuk menyewa kantor, Siswono meminjam garasi rumah orang tuanya di Jakarta sebagai kantor. Ketelatenan Siswono membuat usahanya terus membesar. Usaha Siswono diuntungkan oleh kebijakan Presiden Soeharto yang ketika itu memfokuskan pada pembangunan fisik. Geliat infrastruktur membuat para kontraktor termasuk perusahaan Siswono berkembang pesat. Beberapa proyek yang dikerjakan oleh Siswono lewat PT Bangun Citra Sarana antara lain pembangunan perumahan real estate, apartemen, gedung-gedung perkantoran dan pemerintahan, pelabuhan-pelabuhan di Batam dan Bengkulu, hingga pembangunan jalan dari Aceh hingga Papua.

Nama Siswono makin mentereng di dunia konstruksi tanah air. Presiden Soeharto pun melirik namanya dan meminta Siswono untuk turut berkiprah di era pemerintahan yang baru. Apalagi, ia juga terhitung aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan organisasi lainnya. Siswono terkejut dengan tawaran tersebut. Ia tak menyangka presiden akan tertarik pada mantan aktivis kampus yang pernah diskors sebab ikut organisasi yang dilarang negara. Jabatan yang ditawarkan pun tak main-main. Siswono diminta untuk menjadi menteri.

Siswono akhirnya menerima tawaran tersebut. Ia kemudian melepas jabatannya di PT Bangun Cipta Sarana atas nama profesionalitas. Siswono adalah antitesa dari para pejabat negara yang kala itu sedang jaya-jayanya dalam mempraktikkan Kolusi Korupsi dan Nepotisme.

Siswono beda. Ia bukan tipe pejabat yang senang memperkaya diri sendiri lewat beragam proyek yang dikerjakan oleh perusahaan pribadi. Siswono tak ingin seperti itu. Maka, ia menyerahkan jabatan pemimpin perusahaan ke temannya yang sedari awal berjuang bersama Siswono.


Siswono dua kali menjadi menteri di era Orde Baru yakni Menteri Negara Permahan Rakyat (Menpera) pada Kabinet Pembangunan V di tahun 1998 hingga 1993 dan Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja pada Kabinet Pembangunan VI selama periode tahun 1993 hingga 1998.


Ketika krisis moneter menghantam Indonesia hingga kekuasaan Soeharto jatuh, Siswono masih mampu mempertahankan bisnis sekaligus karier politiknya. Ia menjadi anggota Dewa Penasihat Partai Golkar dan pernah juga menjadi anggota Komisi IV DPR dari partai yang sama.


Rekam jejak Siswono yang baik dan bersih selama masa baktinya di era Orba membuat ia diajak oleh Amien Rais untuk berpasangan sebagai wakil dan calon presiden pada Pemilu 2004. Kedua tokoh politik tersebut memfokuskan kampanyenya pada agenda anti korupsi dan akan menjamin bersihnya pemerintahan dari praktik KKN jika mereka berdua terpilih. Sayang, keduanya kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.


Hingga sekarang Siswono sibuk menjadi petani serta aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia masih dikenal publik sebagai sosok yang bersih selama berkarier di politik, serta sebagai seorang pebisnis yang mumpuni. Siswono pun tak pelit ilmu. Salah satu agendanya sesekali waktu ialah pergi ke kampus-kampus untuk membagikan ilmu suksesnya kepada generasi muda Indonesia.

 

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 47 sentiment publik
87%
13%
DarkLight