Sharif Cicip Sutardjo

LahirYogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, 10 Oktober 1948
Profesi
Karier
  • Ketua Dewan Penasihat Kadin (2009-2010)
  • Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (2011)
Pendidikan
  • S1 Fakultas Hukum Universitas Padjaran Bandung
  • S2 fakultas Hukum Universitas Padjaran Bandung
  • S3 Program Studi Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran

Nama Sharif Cicip Sutardjo muncul sebagai sosok baru di pemerintahan setelah ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2011. Awal penunjukannya sebagai menteri sempat jadi pemberitaan karena menggantikan rekannya di Partai Golkar, Fadel Muhammad yang kena reshuffle.

Cicip lahir di Yogyakarta 10 Oktober 1948 memang dikenal memiliki ketertarikan di bidang kelautan. Ia mengawali kariernya dengan berbisnis, dan kesuksesan bisnis yang membuatnya dekat dengan para politisi termasuk dengan Aburizal Bakrie. Kedekatannya dengan Ketua Umum Partai Golkar ini membawanya ke puncak karir. Ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Berjaya di usia muda dan memiliki koneksi yang kuat dengan orang-orang penting membuat Cicip sempat menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 1983-1989. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Komite Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Telematika Perposan dan Media Massa periode 2000-2004. Cicip pernah menjabat sebagai Ketua Kadin Indonesia Komite China (KIKC) 1996-2004. Ia juga pernah terpilih sebagai Ketua Dewan Penasihat Kadin untuk periode 2009-2010.

Selama menjadi menteri kelautan dan perikanan, Cicip fokus pada upaya industrialisasi perikanan yang, sampai pada masa jabatannya pekerjaan rumah itu belum tuntas. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kualitas serta produksi garam nasional dengan cara pemberdayaan petambak garam di daerah-daerah penghasil garam. Caranya dengan program optimalisasi sarana usaha garam rakyat, rehabilitasi prasarana, serta program intensifikasi yang mencangkup inovasi teknologi industri garam.

Di sela-sela sebagai menteri, Cicip berhasil menyelesaikan disertasinya telang kelautan. Disertasi berjudul “Kajian Atas Zonasi Perairan Pesisir dalam Penanaman Modal Bidang Kelautan Dikaitkan dengan Izin Lokasi dan Izin Usaha Sebagai Upaya Pengembangan Perekonomian Indonesia”. Cicip mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Hukum Pascasarjana Unpad 24 Januari 2013.

Ia juga menggagas konsep 'Ekonomi Biru' guna mendorong kesadaran global terhadap pengelolaan laut dan sumber daya pesisir dalam Forum Rio+20 di Rio de Janeiro, Brazil. Dengan prinsip ekonomi biru diharapkan dapat membantu dunia menghadapi tantangan perubahan iklim.