Saleh Partaonan Daulay

Saleh Partaonan Daulay

timeter overall

+33

Dr. H. Saleh Partaonan Dauly M.Ag, M.Hum, MA lahir di Sibuhuan, sebuah kota kecil di daerah Tapanuli Selatan, pada tanggal 5 April 1974. Sejak masih kecil, Saleh dididik di lingkungan keluarga yang taat pada agama. Hal ini terlihat jelas dari latar belakang pendidikannya yang dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Aliyah. Selain itu ia juga pernah menghabiskan sebagian umurnya untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Aek Hayuara Sibuhuan, lalu melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara dan meraih gelar sarjana pada tahun 1997.


Ketika berkuliah di Universitas Sumatera Utara, Dauly begitu ia akrab disapa mulai aktif berorganisasi. Selain aktif di organisasi intra-universiter seperti BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa), Dauly juga aktif di berbagai organisasi ekstra-universiter. Ia mengikuti beberapa perkaderan yang dilaksanakan oleh organisasi-organisasi ektra di kampus tersebut. Selain itu ia juga aktif menjadi pengurus di tingkat fakultas hingga tingkat cabang di kota Medan.


Ayah dari Kaysa Arvia ini juga mengabdikan dirinya sevagai Dosen di STAI Madinatul Ilmi. Selain itu ia juga pernah tercatat sebagai Direktur Public Relation and Student Affairs di Islamic College for Advanced Studies (ICAS) yang berada di bawah binaan Yayasan Paramadina. Pada tahun 2005 ia menjabat sebagai Direktur Program MAARIF Institute for Culture and Humanity, sebuah lembaga yang dibidani oleh Prof. Dr Ahmad Syafii Maarif. Saat ini ia dipercayai untuk memimpin sebuah kampus kecil di bilangan Sawangan Depok.


Saleh bercita-cita untuk mengembangkan ilmu yang ia peroleh bagi kepentingan bangsa dan negara. Ia juga akan kembali ke kampus untuk mengajar dan memberikan pengabdiannya. Ia berharap, suatu saat nanti Indonesia bisa maju seperti Amerika Serikat, ia juga menambahkan bahwa melalui pendidikanlah Indonesia bisa terbebas dari kebodohan, bebas dari kapitalisme global, bebas dari keserakahan orang-orang tamak yang mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia serta bebas dari kemiskinan struktural.


Pada Muktamar tahun 2010 di Jakarta, DR. Saleh P. Dauly, M,Ag. M.Hum, MA terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2010-2015 dan menyingkirkan pesaing-pesaingnya yaitu Gunawan Hidayat, Piet Hizbulloh Khaidir dan Ahmad Rofiq.