Pratikno

Menteri Sekretaris Negara (2014 - 2019)
LahirBojonegoro, Jawa Timur, Indonesia, 13 Februari 1962
ProfesiMenteri Sekretaris Negara (2014 - 2019)
Karier
  • Menteri Sekretaris Negara (2014-2019)
Pendidikan
  • Universitas Gadjah Mada

Nama Pratikno mencuat saat 2014 lalu. Ia dipanggil oleh sahabat lamanya, Presiden Joko Widodo, untuk menemaninya bekerja di istana sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Sebelumnya nama Pratikno belum tenar. Ia terlahir sebagai anak desa, lahir pada 13 Februari 1962 di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

Sejak sekolah menengah pertama, Pratikno sudah merasakan hidup jauh dari orang tua. Ia terpaksa mengekos sebab jarak rumah dan SMP-nya puluhan kilometer. Orang tua Pratikno melepas Pratikno remaja di tempat yang jauh karena sadar pentingnya pendidikan. Maklum, keduanya adalah guru SD dan berkeinginann Pratikno bisa lebih sukses dari mereka saat dewasa nanti.

Di perantauan, Pratikno melanjutkan gaya hidup sederhana yang ia bawa dari rumah. Begitu pun saat ia melanjutkan studi sekolah menengah atasnya di Kota Bojonegoro. Selepas lulus di tahun 1980, Universitas Gadjah Mada adalah tempat pemberhentian Pratikno selanjutnya. Ia memilih Jurusan Pemerintahan di FISIPOL UGM.

Pratikno sendiri mengakui jika tipikalnya sebagai anak desa, maka UGM adalah alternatif yang terbaik. Bukan tanpa sebab juga UGM (dulu) dijuluki sebagai “kampus rakyat” sebab dikenal mau menampung anak-anak cerdas dari seluruh pelosok tanah air.

Kecerdasan Pratikno terbukti di kampus saat ia menjadi mahasiswa terbaik di jurusan saat kulaih memasuki semsester III. Tekadnya yang kuat juga mendorong Pratikno untuk aktif di berbagai forum diskusi maupun mengikuti lomba riset mahasiswa. Beberapa penghargaan berhasil ia raih dari lomba riset. Tulisan-tulisannya juga sempat mampir di beberapa media terkemuka di Pulau Jawa pada pertengahan tahun 1980. Lumayan untuk menambal biaya hidup Pratikno selama di Jogja.

Pratikno melanjutkan studi pasca sarjananya ke luar negeri, baik untuk meraih gelar master maupujn doktor. Antara lain S2 di Department of Development Administration University of Birmingham, Inggris, selama 1989-1991, dan S3 di Department of Asian Studies, Flinders University of South Australia tahun 1992-1996.

Kariernya di UGM dimulai dengan menjadi pengajar di tahun 1986 usai gelar sarjana ia raih. Sampai pertengahan tahun 2000an kariernya makin menanjak. Di tahun 2003 ia ditunjuk menjadi direktur Progam Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah. Hingga 2004 juga ia menjabat sebagai Wakil Dekan bidang Akademik FISIP UGM.

Salah satu prestasi terbaiknya adalah di tahun 2009 Pratikno terpilih menjadi moderator debat calon presiden serta masuk di tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu. Di bidang akademik, kesuksesan puncak Pratikno adalah ketika ia berhasil menduduki kuri Rektor UGM untuk masa kepengurusan tahun 2012-2017.

Namun, jabatan prestisius itu harus ditinggalkan Pratikno saat 2014 lalu ia dipanggil oleh sahabat lamanya, Presiden Joko Widodo, untuk menemaninya bekerja di istana sebagai Menteri Sekretaris Negara.