Pep Guardiola

LahirSantpedor, Spanyol, 18 Januari 1971
Profesi
Karier
  • Pemain Sepakbola Barcelona FC (Spanyol) (1990-2001)
  • Pemain Sepakbola Brescia (Italia) (2001-2002)
  • Pemain Sepakbola AS Roma (Italia) (2002-2003)
  • Pemain Sepakbola Al-Ahli (Qatar) (2003-2005)
  • Pemain Sepakbola Dorados (Meksiko) (2005-2006)
  • Pelatih & Manajer Barcelona B (Spanyol) (2007-2008)
  • Pelatih & Manajer Barcelona FC (Spanyol) (2008-2012)
  • Pelatih & Manajer Bayern Munchen (Jeman) (2013-2016)
  • Pelatih & Manajer Manchester City (Inggris)
Pendidikan
  • FC Barcelona (1984-1990)

Josep Guardiola Sala atau yang lebih akrab dengan nama Pep Guardiola boleh jadi termasuk salah satu pelatih muda terbaik di persepakbolaan dunia saat ini. Lahir di Santpedor, Spanyol, pada 18 Januari 1971, ia sebelumnya dikenal sebagai pemain bola dengan posisi sebagai gelandang. Setelah gantung sepatu, Guardiola beralih menjadi pelatih dan meraih banyak kesuksesan, terutama saat menukangi Barcelona FC yang juga pernah diperkuatnya semasa masih aktif bermain.

Nama Pep Guardiola selalu lekat dengan Barcelona FC. Di klub raksasa Spanyol itulah ia paling banyak mengabdikan diri, sejak sebagai pemain junior bahkan setelah ia menjadi pelatih. Guardiola memperkuat Barcelona junior pada kurun tahun 1984 hingga 1990. Kemudian naik kelas ke tim Barcelona B sebelum akhirnya masuk skuat utama pada tahun 1990 sampai dengan 2001.

Selama merumput di Camp Nou, markas Barcelona, Guardiola turut mengantarkan El Barca menjuarai Piala Champions Eropa tahun 1992 dan meraih empat trofi La Liga dari 1991 hingga 1994. Ia pun pernah dipercaya menjadi kapten Barcelona selama kurun 1997-2001.

Pep melanjutkan kariernya dengan migrasi ke Liga Italia, tepatnya ke Brescia dan AS Roma, namun hanya selama dua tahun. Selanjutnya ia menjajal Liga Qatar, bergabung dengan Al-Ahli, lalu ke Meksiko bersama Dorados de Sinaloa. Selama merumput di Meksiko, ia juga mulai menempa diri sebagai seorang pelatih sekaligus manajer.

Di tim nasional Spayol, Pep Guardiola juga memiliki karier cemerlang. Total, ia mengoleksi 47 caps bersama tim matador dan turut memenangi medali emas Olimpiade di tahun 1992 serta memperkuat Spanyol di Piala Dunia 1994. Ia dikenal sebagai gelandang bertahan yang memiliki kontrol bola dan umpan panjang yang baik serta visi bermain yang mumpuni.

Ketajaman visinya di lapangan bola membuat Guardiola mudah menapaki karier sebagai manajer tim. Selama 2007-2008, ia menangani Barcelona B dan setelahnya ia menjadi suksesor Frank Rijkaard sebagai manajer skuat utama Barcelona.

Di musim pertamanya sebagai manajer, Guardiola mampu membawa Barcelona meraih treble winner dengan membawa pulang trofi La Liga, Piala Copa del Rey, dan Piala Liga Champions Eropa. Ia pun ditetapkan sebagai manajer termuda yang mampu membawa klubnya memenangi Liga Champions.

Pep Guardiola kembali berjaya di tahun berikutnya. Ia membawa Andres Iniesta dan kawan-kawan menjuarai Piala Super Spanyol, Piala UEFA, dan Piala Dunia Antar-Klub. Total, Barcelona mengumpulkan enam trofi dalam setahun atau yang disebut dengan istilah sextuple.

Atas pencapaian tersebut, Pep Guardiola dianugerahi medali emas Catalan Parliament, penghargaan tertinggi di Catalunya, pada 2011. Di tahun yang sama, ia juga mendapat gelar sebagai pelatih terbaik dunia tahun 2011 versi FIFA.

Pada 30 Juni 2012, Pep Guardiola mengumumkan kepindahannya dari Barcelona setelah mempersembahkan 14 trofi dalam jangka waktu 4 tahun saja di klub tersebut. Ia kemudian berlabuh ke klub raksasa Jerman, Bayern Munchen, sejak 16 Januari 2013. Sejak musim pertama, Pep Guardiola sudah menggebrak dengan membantu klub barunya menjuarai Bundesliga, DFB-Pokal, Piala UEFA, dan Piala Dunia Antar-Klub.

Di musim-musim selanjutnya, Bayern Munchen makin kuat dan beragam prestasi makin banyak yang diraih. Sejak 1 Februari 2016, Manchester City mengumumkan bahwa Pep Guardiola akan menjadi pengganti Manuel Pellegrini sebagai pelatih mulai bulan Juli 2016.