Nurtanio Pringgoadisuryo

LahirKandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Indonesia, 3 Desember 1923
Profesi
Karier
  • Perwira Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) (1945-1966)
Pendidikan
  • Far Eastern Air Transport Incorporated (FEATI) (1948-1949)

Nurtanio Pringgoadisuryo perintis penerbangan Indonesia. Di awal kemerdekaan Indonesia adalah perancang pesawat dan ahli penerbangan. Bersama Wiweko Soepono, Nurtanio pernah membuat pesawat layang (glider) Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko-Glider) di tahun 1947. Mereka pernah membuat pesawat tempur dari logam Indonesia. Diantaranya Sikumbang. Ketika sekolah di Sekolah Teknik, dia ikut bergabung dalam Junior Aero Club. Di mana dia mulai belajar soal pesawat.

Ketika Indonesia merdeka, Nurtanio bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang baru dibangun. Nurtanio mulai membuat glidernya. Di tahun 1948, Nurtanio, bersama dua rekan kerjanya di Angkatan Udara, ditugaskan belajar di Far Eastern Air Transport Incorporated (FEATI). Ketika Menteri Keamanan Nasional dijabat A.H. Nasution dan deputinya Hidajat Martaatmadja, Nurtanio memperoleh bantuan dari Polandia sebesar US$ 1,5 juta. Dana itu untuk eksperimen Depot Penyelidikan, Percobaan dan Pembuatan AURI.

Depot itu lalu berubah menjadi Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP), cikal bakal dari Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN). Nama Nurtanio dalam IPTN itu belakangan dirubah menjadi Nusantara. IPTD telah belakangan menjadi PT Dirgantara Indonesia. Selain di LAPIP, Nurtanio sebagai perwira AURI ikut serta memantau kesiapan teknis pesawat-pesawat AURI. Nurtanio dan perwira lain menemukan kelemahan dari MiG 19 buatan Uni Sovyet. Setelah 1965, AURI terpuruk. Nurtanio pernah menjadi direktur LAPAN. Nurtario gugur pada suatu kecelakaan pesawat terbang pada tanggal 21 Maret 1966.