Muhammad Ali

Mantan Petinju Profesional (Olahragawan)
Lahir: Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, 17 Januari 1942
Karir
  • Mantan Petinju Profesional (Olahragawan)

Muhammad Ali adalah mantan petinju Amerika Serikat yang dikenal secara luas sebagai salah satu tokoh olahraga yang paling signifikan dan terkenal dari abad ke-20. Sejak awal berkarier, Ali merupakan sosok yang inspiratif, kontroversial, dan berpengaruh baik di dalam maupun di luar ring.

Ali menjadi satu-satunyapetinju yang meraih gelar juara dunia kelas berat sebanyak tiga kali. Ia memenangkan gelar tersebut pada tahun 1964, 1974 dan 1978. Sementara itu, di antara tanggal 25 Februari hingga 19 September 1964, Ali dinobatkan sebagai Juara Dunia Tinju Kelas Berat. Sejak itu, Ali dijuluki sebagai "The Greatest". Pada tahun 1999, Ali dianugerahi "Sportsman of the Century" oleh Sports Illustrated.

Pada 17 Januari 1942, Ali lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat dengan nama Cassius Marcellus Clay, Jr. Clay mulai berlatih tinju pada usia 12 tahun. Akrab dengan dunia tinju sejak muda, ia telah meraih juara pada Heavyweight World Championship 1964 di usia 22 tahun. Tidak lama sesudah itu, Clay memutuskan memeluk agama Islam setelah bergabung dalam Nation of Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad Ali.

Dua tahun setelah memenangkan gelar kelas berat, Ali menolak ikut wajib militer untuk Pasukan Militer Amerika Serikat. Pun ia menentang keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam. Kala menolak wajib militer ini ia memberi pernyataan yang terkenal hingga saat ini: "Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tidak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan Nigger!"

Akibat tindakannya yang kontroversial, Ali kemudian diskors dan gelar juaranya di cabut oleh Komisi Tinju. Ia berhasil mengajukan banding di Mahkamah Agung Amerika Serikat, yang membalikkan hukumannya pada tahun 1971. Pada saat itu, ia tidak bisa bertarung sama sekali selama hampir empat tahun dan kehilangan karier puncaknya sebagai atlet tinju. Tindakan Ali sebagai penentang perang membuatnya menjadi ikon besar untuk Generasi Tandingan. Pada 8 Maret 1971, Ali kalah angka dari Joe Frazier di New York dan harus menyerahkan gelarnya.

Setelah menyatakan mengundurkan diri pada 1979, Ali pun kembali ke ring tinju setahun kemudian dalam pertandingan yang diberi judul “The Last Hurrah” melawan Larry Holmes. Dalam pertandingan yang berat sebelah itu, Ali tidak mampu berkutik dan Holmes tampak tidak tega 'menghabisi' Ali yang tak berdaya. Ali pun menyerah dan mengundurkan diri pada ronde 11, sedangkan Holmes dinyatakan menang TKO.

Pada 11 Desember 1981, Ali yang sudah uzur mencoba kembali bertinju melawan Trevor Berbick di Bahama  pertandingan yang diberi tajuk “Drama in Bahama”. Dalam kondisi renta, Ali mampu tampil lebih bagus daripada saat melawan Holmes meskipun akhirnya kalah angka 10 ronde. Setelah pertandingan tersebut, Ali benar-benar pensiun dari dunia tinju.

Di tahun 2014, Ali dirawat di rumah sakit karena terkena pneumonia ringan. Ali kembali dirawat di rumah sakit pada 15 Januari 2015 karena mengalami infeksi saluran kemih. Namun, keesokan harinya Ali sudah keluar dari rumah sakit.

Akan tetapi pada 2 Juni 2016, Ali kembali dirawat di rumah sakit karena masalah pernapasan. Saat itu kondisi kesehatannya masih stabil. Hari berikutnya, kondisi Ali kian memburuk. Pada 3 Juni 2016, Ali meninggal dunia di usia 74 tahun setelah berjuang melawan komplikasi pernapasan.

 

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 11 sentiment publik
45%
55%
Oktober 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 6 sentiment publik
83%
17%
DarkLight