Miryam S. Haryani

LahirIndramayu, Jawa Barat, Indonesia, 1 Desember 1973
Profesi
Karier
  • Anggota DPR RI
Pendidikan
  • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia

Miryam S. Haryani dikenal dengan panggilan Yani, ia adalah anggota Komisi II DPR RI yang mewakili Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Srikandi Hanura, organisasi bagian dari partai Hanura yang fokus pada wanita usia 17-40 tahun.

Miryam S. Haryani memang aktif dalam memperjuangkan kesetaraan gender melalui partainya. Yani mewakili Hanura untuk Dapil Jawa Barat VIII dan terpilih kedua kalinya untuk menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019.


Yani meraih gelar sarjanan ekonominya di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Sekretaris ASMI, Jakarta (2000). Kemudian program Magister Ilmu Pemerintahan dan Politik, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI), Jakarta (2003) juga berhasil ia raih.

Miryam S. Haryani sudah aktif berpolitik sejak di bangku kuliah. Sejak tahun 1997, Yani terlibat langsung dalam gerakan reformasi bersama para mahasiswa lain dalam upaya menumbangkan Orde Baru dan juga di tahun 2001 terlibat dalam aksi unjuk rasa menggulingkan Presiden Abdurrahman Wahid.


Di 2002 Yani bergabung dengan Partai Bintang Reformasi (PBR) dan menjabat menjadi Wakil Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBR (2002-2005). Yani maju menjadi calon legislator dari PBR pada Pemilu 2004 meskipun gagal mendapat kursi. Pasca Pemilu 2004, Yani vakum di dunia politik dan memutuskan untuk fokus mengembangkan usaha-usahanya.


Di 2006, Yani bergabung dengan Hanura dan dipercaya untuk menjadi Wakil Sekretaris Jendral Bidang Pemenangan Pemilu Hanura (2006-2009) dan menjadi pencetus dan sekaligus Ketua Umum Srikandi Hanura. Di tahun 2009, Yani berhasil terpilih menjadi Anggota DPR-RI dan bertugas di Komisi II.


Ia bergabung dengan partai Hanura pada tahun 2006, Miryam dipercaya untuk menangani segmen wanita. Untuk itu, anggota DPR dari dapil Cirebon dan Indramayu ini mendirikan Yayasan Srikandi Indonesia. Program yang diusung saat itu adalah perlindungan buruh migran dan penyelamatan lingkungan yang diwujudkan dengan membagi-bagi 10 ribu bibit pohon kepada perempuan se-Jabodetabek untuk ditanam di rumah mereka; dan juga menemui para buruh migran Indonesia di tiga negara pengimpor tenaga kerja yaitu Hongkong, Malaysia dan Singapura.


Di luar dunia politik, Miryam juga berprofesi sebagai pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi, bisnis event organizer, restoran dan juga transportasi barang. Salah satunya adalah PT. Srikandi Kilang Sari, sebuah perusahaan angkutan truk. Dengan pengalaman sukses di dunia bisnis, Miryam merancang sejumlah program unggulan organisasi Srikandi Hanura untuk memajukan wanita, salah satunya adalah Kegiatan Usaha Rumahan untuk pedesaan yang ditujukan untuk para wanita.


Museum rekor Indonesia (MURI) menganugerahi Miryam penghargaan atas usahanya menggelar kampanye terbuka yang semua personil dan hadirinya adalah wanita. Saat itu Miryam mengumpulkan 35 ribu wanita dengan juru kampanye, band penghibur hingga petugas pengamanannya adalah wanita.