Mahathir bin Mohamad

LahirAlor Star, Kedah, Malaysia, 20 Desember 1925
Profesi
Karier
  • Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok ke-21 (2003)
  • Wakil Perdana Menteri Malaysia (1978-1981)
  • Perdana Menteri Malaysia (1981-2003)
  • Perdana Menteri Malaysia (2018)

Tun Datuk Seri Dr. Mahathir bin Mohammad atau yang dijuluki Dr. M, adalah seorang politikus Malaysia. Ia adalah Perdana Menteri (PM) Malaysia keempat, menjabat sejak 16 Juli 1981 hingga 31 Oktober 2003. Di bawah kepemimpinannya Malaysia mengalami modernisasi yang cukup pesat dan mengalami kemakmuran di berbagai bidang dan lapisan masyarakat.

Mahathir Mohamad dilahirkan di Lorong Kilang Ais, Seberang Perak, Alor Setar, Kedah. Mohamad merupakan anak kesembilan dari pasangan Mohamed Iskandar dan Wan Tempawan Wan Hanapi. Mahathir Mohamad berhenti sebagai PM Malaysia dan digantikan Abdullah Ahmad Badawi pada 31 Oktober 2003.

Ia rajin mempromosikan negaranya sebagai negara Islam dengan menyatakan, "UU Islam atau hukum syaro’ yang ditegakkan di Malaysia dengan memperhitungkan keadaan negara yang majemuk keberagamannya dan keadilan yang menjadi bagian pokok dalam UU Islam." Ia juga merujuk Daulah Islam di Cordova, Spanyol yang masyarakatnya majemuk.

Meski kenyataannya tidak demikian. Praktik kehidupan kapitalisme-sekularisme bertebaran di sana dengan pesta tahun baru dengan penari berpakaian minim di klub-klub malam terkenal di Kuala Lumpur.

Ia mengaku kecewa telah memilih Abdullah Ahmad Badawi sebagai pemimpin UMNO dan perdana menteri untuk menggantikannya. Kritikan semakin pedas dan berujung sulit diselesaikan. Koran The Star mengutip pernyataannya pada 27 Juli 2006 mengenai pekerjaan barunya selain mengkritik.

Ia membuka toko roti bernama The Loaf di Langkawi, Malaysia. The Loaf merupakan usaha patungan dengan perusahaan Jepang. Ia memegang 51 persen saham atas nama M&M Concolidated Resources Sdn Bhd. Toko rotinya berencana membuka cabang di Kuala Lumpur, Phuket, dan Singapura. Sebelum terjun ke politik, ia telah menjalankan usaha klinik kesehatan dan pompa bensin.

Ia mengumumkan pengunduran diri dari UMNO pada 19 Mei 2008 untuk menekan Badawi agar ia mundur dari jabatannya.

Pada 10 Mei 2018, Mahathir kembali menduduki kursi Perdana Menteri Malaysia setelah dia mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Damansara, Malaysia. Mahathir kembali berkuasa setelah dia mengalahkan petahana Najib Razak dalam Pemilu Malaysia 2018.