Luky Alfirman

Luky Alfirman

Lahir
Bandung, 27/03/1970
Profesi
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (2017-)
Karier
  • Kepala Sub Bagian Kelembagaan dan Pelaporan Direktorat Jenderal Pajak. (2004-)
  • Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (2011-)
  • Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Sekretariat Jenderal (2015-)
  • Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara (2017-)
  • Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (2017-)
Pendidikan
  • Sarjana Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) (1994-)
  • University of Colorado, Boulder, USA (2000-)

Dr. Luky Alfirman, S.T., M.A.adalah Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Ia dilantik oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Kamis 30 November 2017. Luky Menempuh pendidikan Perguruan Tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapatkan gelar Sarjana Teknik Industri pada tahun 1994. Kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjana di University of Colorado, Boulder, USA dan mendapatkan gelar Master of Arts (MA)in Economics pada tahun 2000. Selanjutnya gelar Doctor of Philosophy (PhD) in Economics berhasil didapatkannya dari universitas yang sama pada tahun 2004.
 
Ia memulai karirnya di Kementerian Keuangan pada tanggal 1 Maret 1995 sebagai pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Sekembalinya dari tugas belajar ke AS,  pada bulan Juli 2004 ditugaskan sebagai Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan Direktorat Jenderal Pajak.


Tidak lama kemudian dipromosikan sebagai Kepala Sub Direktorat Potensi Perpajakan. Selanjutnya ditugaskan untuk menangani program reformasi atau modernisasi administrasi perpajakan dan menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana dan Kepala Sub Direktorat Manajemen Transformasi pada Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.


Pada Juli 2011 diberi amanah untuk bekerja di Badan Kebijakan Fiskal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Tidak lama kemudian ditugaskan menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.


Mulai September 2015 ditugaskan menjadi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Sekretariat Jenderal, atau biasa dikenal sebagai Chief of Staff untuk Menteri Keuangan. Pada tanggal 28 Juli 2017 dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara.


Pada tanggal 28 Juli 2017 dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara. Kemudian dipercaya sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada 30 November 2017.


Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani berpesan agar Luky Alfirman sebagai Dirjen PPR yang baru terus memperkuat dan menjaga kredibilitas, transparansi, serta terus mengedukasi stakeholder sehingga dapat menjaga trust publik. Dirjen PPR diminta terus melakukan pendalaman pasar obligasi dan keuangan syariah, mengelola risiko utang, investasi, dan contingent liability.


Dirjen PPR juga diminta untuk memperkuat dan mengedukasi Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam rangka menyampaikan pentingnya kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur.     


Pejabat sebelumnya, Dr. Robert Pakpahan, Ak. Pada kesempatan yang sama dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak menggantikan Drs. Ken Dwijugiasteadi, M.Sc. Robert Pakpahan menjabat sebagai Dirjen PPR sejak 2012 (Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang) sampai dengan 30 November 2017.  


Sumber riset: http://www.weblama.kemenkeu.go.id/Daftarpejabat/staf-ahli-bidang-penerimaan-negara-0


http://www.djppr.kemenkeu.go.id/page/load/2029/luky-alfirman-nahkoda-baru-djppr